Recomended


ShoutMix chat widget
quot;> sini

Pages

02/06/11

MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DI MUKA BUMI



A. Surat Al-Mu’min Ayat 67, Al-Baqarah Ayat 30, Aż-Żāriyāt Ayat 56; Al-An‘ām Ayat 162 – 163, dan Al-Bayyinah Ayat 5
B. Pengayaan Materi tentang Ilmu Tajwid
C. Pengayaan Materi tentang Ilmu Al-Qur’an
Diangkatnya manusia sebagai khalifah di muka bumi sudah menimbulkan pertanyaan dari para malaikat. Sejarah membuktikan bahwa pernyataan malaikat itu benar adanya. Manusia tidak pernah berhenti membuat kerusuhan dan menumpahkan darah.
Sebagai orang yang beriman, kita harus berdakwah dan mengajak semua manusia ke dalam kebaikan. Hal itu merupakan tugas kita semua dalam mewujudkan agama Islam sebagai rahmatan lil-‘ālamin.
Kompetensi Dasar
1. Siswa mampu membaca dan mendeskripsikan ayat-ayat tentang kejadian manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi.
2. Siswa mampu membaca dan mendeskripsikan ayat-ayat tentang prinsip beribadah serta mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari.
Standar Kompetensi
Siswa mampu mendeskripsikan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator
Setelah proses pembelajaran, siswa mampu
1. Membaca dan mengidentifikasi tajwid dalam Surat Al-Mu’min Ayat 67;
2. Menyimpulkan kandungan Surat Al-Mu’min Ayat 67 tentang proses kejadian manusia;
3. Menyimpulkan kandungan Surat Al-baqarah Ayat 30 tentang peranan manusia sebagai khalifah di bumi;
4. menyimpulkan kandungan Surat Aż-Żāriyāt Ayat 56 yang berkaitan dengan tugas manusia sebagi makhluk;
5. menunjukkan perilaku sebagi hamba Allah swt;
6. menyimpulkan kandungan Surat Al-An‘ām Ayat 162-163 dan Al-Bayyinah Ayat 5 tentang keikhlasan dalam beribadah;
7. menunjukkan perilaku ikhlas dalam beribadah.
Tadarus
1. Surat Al-Mu’min ayat 67
Dia lah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari (setitis) air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging; kemudian Ia mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian kamu (dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa; kemudian kamu (dipanjangkan umur) hingga sampai menjadi tua. Dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang dimatikan sebelum itu. (Allah melakukan kejadian yang demikian) supaya kamu sampai ke masa yang ditentukan (untuk menerima balasan); dan supaya kamu memahami (hikmat-hikmat kejadian itu dan kekuasaan Tuhan).
2. Surat Al-Mu’minūn Ayat 12 – 14
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari pati (yang berasal) dari tanah;
Kemudian Kami jadikan “pati” itu (setitis) air benih pada penetapan yang kukuh;
Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku. lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk dia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya. Maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik-baik Pencipta.
3. Surat Al-Baqarah Ayat 30
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya”.
Mukadimah
Al-Qur’an adalah kalam Allah swt yang merupakan mukjizat yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup.
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah. Hadis berikut ini menerangkan tentang keutamaan – keutamaan membaca Al-Qur’an.
Artinya :
Orang yang mahir membaca Al-Qur’an (kelak) akan bersama duta-duta Allah swt. (malaikat) yang mulia lagi baik-baik, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap-gagap (karena belum pandai) dan sangat payah membacanya, ia akan memperoleh dua pahala. (H.R. Bukhari – Muslim)
Membaca Al-Qur’an ada dua macam cara, yaitu tilāwah lafziyyah dan tilāwah hukmiyyah.
1. Tilāwah lafziyyah adalah membaca Al-Qur’an ayat demi ayat, surat demi surat dan juz demi juz. Cara membaca seperti ini sudah membudaya di kalangan kaum muslimin. Pada bulan suci Ramadhan, ayat – ayat suci al-Qur’an dibaca di musala, di masjid, di rumah, dan tempat – tempat lainnya.
2. Tilāwah Hukmiyyah adalah cara membaca Al-Qur’an diiikuti dengan mempelajari dan memahami kalimat demi kalimat, merenungkan kandungannya, serta mengamalkannya. Cara membaca seperti ni harus kita galakkan sehingga umat Islam tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga mengerti kandungan ayat – ayat Al-Qur’an.
Kedua cara membaca Al-Qur’an tersebut apabila diamalkan oleh kaum muslimin akan mendapat pahala dan keutamaan.
A. Surat Al-Mu’min Ayat 67, Surat Al-Baqarah Ayat 30, Surat Aż-Żāriyāt Ayat 56, Surat Al-an‘ām Ayat 162 – 163, dan Surat Al-Bayyinah Ayat 5
Pembahasan beberapa surat dan ayat berikut ini meliputi kegiatan menyimak dan membaca, mengartikan per lafal, terjemahan lengkap, penerapan ilmu tajwid, serta ini sari.
1. Surat Al-Mu’min ayat 67
a. Kegiatan Menyimak dan Membaca
b. Mengartikan Per Lafal

Lafal
Arti
  Dialah (Allah)
yang menciptakan kamu
dari tanah
kemudian
dari setetes air mani
dari segumpal darah
melahirkan kamu
sebagai seorang anak
supaya kamu sampai
kepada kedewasaan kamu
dan supaya kamu sampai ke masa tua dan di antara kamu
ada yang diwafatkan
sebelum itu
dan supaya sampai
kepada ajal
yang ditentukan
dan supaya kamu
memahaminya
c. Terjemahan Lengkap
d. Penerapan Ilmu Tajwid

Lafal
Hukum Bacaan
Alasan
  ikhfa’
idgām bigunnah
izhār
ikhfā
gunnah
qalqalah
idgām bigunnah
Nun mati bertemu huruf ta
Nun mati bertemu huruf nun
Nun mati bertemu huruf ‘ain
Tanwin bertemu huruf sa
Huruf mim dalam keadaan tasydid
Huruf ba dalam keadaan sukun
Tanwin bertemu huruf mim
e. Inti Sari
Dari pembahasan tentang Al-Qur’an Surat Al-Mu’min Ayat 76 di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
1. Allah swt menciptakan manusia dari tanah. Makna ayat tersebut menurut para mufasir adalah bahwa Allah swt menjadikan manusia dari sari pati yang berasal dari tanah. Seorang bapak dan seorang ibu mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuh – tumbuhan dan binatang. Tumbuh – tumbuhan hidup dengan mengambil unsur – unsur yang terdapt dalam tanah. Binatang ternak lalu memakan tumbuh – tumbuhan tersebut. Sari pati makanan yang dimakan bapak menjadi sel sperma, sedangkan sari pati makanan yang dimakan ibu menjadi sel telur. Sel sperma dan sel telur tersebut bertemu dalam rahim sehingga terjadi pembuahan. Peristiwa itu merupakan awal dari proses terciptanya manusia.
2. Allah swt menjelaskan bahwa manusia yang diciptakan-Nya akan mengalami tiga tahap kehidupan, yaitu
a. Masa kanak – kanak (tiflān);
b. Masa dewasa (asyuddakum);
c. Masa tua (syuyūkhan)
3. Di antara manusia ada yang meninggal pada masa kanak – kanak, ada yang meninggal pada masa dewasa, dan ada pula yang meninggal setelah berusia lanjut. Ketentuan mengenai kapan seseorang meninggal berada di tangan Allah swt semata
4. Proses kejadian manusia ini merupakan bahan renungan dan pemikiran bagi manusia sehingga mereka mau beriman kepada Allah swt, pencipta seluruh makhluk ini.
Dalam Surat Al-Mu’minūn Ayat 12, Allah swt, menegaskan bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan-Nya yang berasal dari sari pati tanah atau sulālatin min clip_image002 Penegasan Al – Qur’an tersebut diperkuat oleh ilmu biologi.
Menurut ilmu biologi, manuisa, hewan, dan tumbuh – tumbuhan berasal dari tanah. Hal itu telah dibuktikan dengan meneliti abu bekas pembakaran makhluk – makhluk hidup tersebut. Setelah diteliti, ternyata abu bekas pembakaran manusia, hewan, dan tumbuh – tumbuhan mengandung unsur yang sama. Ke semua unsur tersebut terdapat dalam tanah. Unsur – unsur tersebut, antara lain oksigen (O2), hidrogen (H2), belerang (S), zat arang (C), kalium (K), natrium (Na), iodin (I), asam arang (CO2), dan air (H2O).
Dari beberapa ayat tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa manusia diciptakan dalam beberapa tahap. Beberapa tahap tersebut adalah sebagai berikut :
1) Sulālatin min clip_image004 adalah sari pati tanah yang didapatkan melalui makan yang dikonsumsi oleh manusia, baik berupa hewan maupun tumbuh – tumbuhan.
2) Nutfah adalah sel sperma yang dijadikan Allah swt dari sari pati tanah.
3) clip_image006qarārin clip_image008adalah tempat yang kukuh atau rahim. Sel sperma yang terbuat dari sari pati tanah tersebut, kemudian diletakkan di dalam rahim sehingga terjadi pembuahan.
4) ‘Alaqah adalah embrio yang merupakan hasil pembuahan dan berwujud gumpalan darah. Embrio ini terbentuk dari hari kesembilan sampai hari kesebelah setelah pembuahan.
5) Mudgah adalah segumpal daging yang terbentuk dari ‘alaqah.
6) Izām adalah mudgah yang telah diberikan tulang atau kerangka oleh Allah swt.
7) Khalaqan akhara adalah makhluk dalam bentuk yang lain atau manusia yang baru.
2. Surat Al – Baqarah Ayat 30

a. Kegiatan Menyimak dan Membaca
b. Mengartikan Per Lafal

Lafal
Arti
  ingatlah ketika
berkata
Tuhanmu
pada malaikat
sesungguhnya aku
hendak menjadikan
di muka bumi
seorang khalifah
mereka berkata
mengapa Engkau menjadikan
di bumi
orang
yang akan membuat kerusakan
di atas bumi
yang mengalirkan
darah
padahal kami
senantiasa bertasbih
dengan memuji Engkau
dari menyucikan Engkau
Tuhan berfirman
sesungguhnya Aku lebih tahu
sesuatu / apa
yang tidak kamu ketahui
c. Terjemahan Lengkap
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al – Baqarah : 30).
d. Penerapan Ilmu Tajwid

Lafal
Hukum Bacaan
Alasan
  gunnah
ikhfā’
qalqalah
idgām bigunnah
mad wājib muttasil
mad jā’iz munfasil
Nun bertasydid
Tanwin bertemu huruf fa
Huruf jim dalam keadaan sukun
Nun mati bertemu huruf ya
Seterlah huruf mad ada hamzah dalam satu lafal
Setelah huruf mad ada hamzah tidak dalam satu lafal
e. Inti Sari
Para malaikat terkejut ketika diberi tahu bahwa Allah swt akan menjadikan Adam sebagai khalifah di muka bumi. Mereka bertanya kepada Allah swt mengapa Adam yang akan diangkat menjadi khalifah, padahal Adam dan keturunannya adalah makhluk yang akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah. Sebaliknya, para malaikat menganggap bahwa dirinya lebih pantas memangku jabatan ersebut sebab mereka senantiasa memuji dan menyucikan Allah swt sepanjang hidup mereka.
Allah swt tidak membenarkan anggapan para malaikat tersebut. Allah swt melakukan segala sesuatu berdasarkan pengetahuan dan hikmah–Nya. Allah swt mengetahui segala sesuatu yang tidak diketahui oleh para malaikat dan semua makhluk – Nya.
Khalifah adalah seseorang yang menjadikan pengganti atau seseorang yang diberi wewenang untuk bertindak atau berbuat sesuai dengan ketentuan – ketentuan dari yang memberi wewenang. Adapun yang dimaksud dengan kekhalifahan Adam adalah kedudukannya sebagai wakil Allah swt di muka bumi. Ia berkewajiban melaksanakan perintah – perintah-Nya untuk memakmurkan bumi serta memanfaatkan segala yang ada padanya. Hal itulah yang memunculkan ungkapan bahwa manusia adalah khalifatullah di bumi.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons