Recomended


ShoutMix chat widget
quot;> sini

Pages

24/05/11

proses pembuatan keramik

Membuat keramik memerlukan teknik-teknik yang khusus dan unik. Hal ini berkaitan dengan sifat tanah liat yang plastis dimana diperlukan ketrampilan tertentu dalam pengolahan maupun penanganannya. Membuat keramik berbeda dengan membuat kerajinan kayu, logam, maupun yang lainnya. Proses membuat keramik adalah rangkaian proses yang panjang yang didalamnya terdapat tahapan-tahapan kritis. Kritis, karena tahapan ini paling beresiko terhadap kegagalan. Tahapan proses dalam membuat keramik saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Proses awal yang dikerjakan dengan baik, akan menghasilkan produk yang baik juga. Demikian sebaliknya, kesalahan di tahapan awal proses akan mengasilkan produk yang kurang baik juga.
Tahap-tahap membuat keramik
Ada beberapa tahapan proses yang harus dilakukan untuk membuat suatu produk keramik, yaitu:
1. Pengolahan bahan
Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh.
Pencampuran dan pengadukan bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang homogen/seragam. Pengadukan dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal dengan blunger maupun mixer.
Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah, dimana hasil campuran bahan yang berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan, yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air yang terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis. Proses ini dapat dilakukan dengan diangin-anginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress.
Tahap terakhir adalah pengulian. Pengulian dimaksudkan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak. Massa badan keramik yang telah diuli, disimpan dalam wadah tertutup, kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal.
2. Pembentukan
Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak (casting).
Pembetukan tangan langsung
Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan langsung, ada beberapa metode yang dikenal selama ini: teknik pijit (pinching), teknik pilin (coiling), dan teknik lempeng (slabbing).
Pembentukan dengan teknik putar
Pembentukan dengan teknik putar adalah keteknikan yang paling mendasar dan merupakan kekhasan dalam kerajinan keramik. Karena kekhasannya tersebut, sehingga keteknikan ini menjadi semacam icon dalam bidang keramik. Dibandingkan dengan keteknikan yang lain, teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang paling tinggi. Seseorang tidak begitu saja langsung bisa membuat benda keramik begitu mencobanya. Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melatih jari-jari agar terbentuk ’feeling’ dalam membentuk sebuah benda keramik. Keramik dibentuk diatas sebuah meja dengan kepala putaran yang berputar. Benda yang dapat dibuat dengan keteknikan ini adalah benda-benda yang berbentuk dasar silinder: misalnya piring, mangkok, vas, guci dan lain-lain. Alat utama yang digunakan adalah alat putar (meja putar). Meja putar dapat berupa alat putar manual mapupun alat putar masinal yang digerakkan dengan listrik.
Secara singkat tahap-tahap pembentukan dalam teknik putar adalah: centering (pemusatan), coning (pengerucutan), forming (pembentukan), rising (membuat ketinggian benda), refining the contour (merapikan).
Pembentukan dengan teknik cetak
Dalam keteknikan ini, produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan; tetapi menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. Teknik cetak dapat dilakukan dengan 2 cara: cetak padat dan cetak tuang (slip). Pada teknik cetak padat bahan baku yang digunakan adalah badan tanah liat plastis sedangkan pada teknik cetak tuang bahan yang digunakan berupa badan tanah liat slip/lumpur. Keunggulan dari teknik cetak ini adalah benda yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis. Berbeda dengan teknik putar atau pembentukan langsung,
3. Pengeringan
Setelah benda keramik selesai dibentuk, maka tahap selanjutnya adalah pengeringan. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti; (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang. Tahap-tahap ini menerangkan mengapa harus dilakukan proses pengeringan secara lambat untuk menghindari retak/cracking terlebih pada tahap 1 (Norton, 1975/1976). Proses yang terlalu cepat akan mengakibatkan keretakkan dikarenakan hilangnya air secara tiba-tiba tanpa diimbangi penataan partikel tanah liat secara sempurna, yang mengakibatkan penyusutan mendadak.
Untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat, pada tahap awal benda keramik diangin-anginkan pada suhu kamar. Setelah tidak terjadi penyusutan, pengeringan dengan sinar matahari langsung atau mesin pengering dapat dilakukan.
4. Pembakaran
Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering/matang, atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat (Magetti, 1982). Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat (weight loss). Secara umum tahap-tahap pembakaran maupun kondisi api furnace dapat dirinci dalam tabel.
Pembakaran biscuit
Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat, keras, kedap air. Untuk benda-benda keramik berglasir, pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal.
5. Pengglasiran
Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.
Kesemua proses dalam pembuatan keramik akan menentukan produk yang dihasilkan. Oleh karena itu kecermatan dalam melakukan tahapan demi tahapan sangat diperlukan untuk menghasilkan produk yang memuaskan.
Di bawah ini kami mencantumkan sumber tulisan.  Bagi yang berminat belajar tentang proses pembuatan keramik, silakan kunjungi link di bawah ini.

23/05/11

MOTOR MASSA EPAN

MaCH NESS

Pabrikan motor Arlen Ness menciptakan monster metal ini dengan ditenagai oleh sebuah mesin gas-turbine helikopter. Lapisan luar dari alumunium dengan rivet-rivet besarnya yg mencolok mata membuatnya sangat unik yang tidak akan didapatkan dari fiber carbon dan plastik. Bodinya dibentuk seluruhnya dengan tangan, ini yang bikin motor sangar ini sulit masuk jalur produksi massal. (source)

Icare Bike Concept


Kalau merujuk pada desain untuk motor Batman, mungkin inilah yang paling mendekati. Icare tidak hanya suatu konsep yang super keren, tapi juga sebuh desain nyata yang bisa dibuat. Ditenagai oleh mesin Honda 6 silinder berkapasitas 1,8 liter dengan dua exhauts. Saat ini masih belum bisa dipastikan akan diproduksi massal atau tidak. (source)

Swordfish Motorcycle Concept


Kalo pernah membayangkan motor masa depan seperti apa, mungkin tidak ada yang semanis motor ini. Konsep Swordfish Motorcycle dari Alexander Kotlyarevsky ini menunjukkan desain futuristis yang agresif dengan roda hubless-nya. Secara keseluruhan terlihat sangat menarik, kombinasi lekuk-lekuk bodi dan sudut-sudut tajam yang sesuai dengan namanya. (source)


Halbo Future Duo-Wheel BMW


Kalo Anda mencari motor kencang dan yang berukuran kecil serta memanjakan keselamatan Anda, ini mungkin yang Anda cari. Desainer Pierre Yohannes mendesain Halbo untuk orang-orang yang peduli lingkungan yang menginginkan sesuatu yang kompak dan bertenaga listrik. Roda depannya stasioner dan buntut di belakangnya yang berbelok. Jadi seperti mengendarai sebuah motorboat. (source)

Jaguar M-Cycle


Namanya sebenarnya tidak menunjukkan segi kecepatannya. Ini lebih ke arti yang sebenarnya. Konsep Jaguar oleh M-Cycles ini terinspirasi dari bentuk logo dari pabrikan Jaguar. Panjangnya hampir 2,5 meter dengan fitur fiberglass pernis ebony diatas besi bajanya. (source)

Scarab Motorcycle


Namanya seperti kendaraan di gurun pasir, kenyataannya ini didesain untuk situasi perkotaan. Motor ini bisa beradaptasi dengan berdiri saat diparkir untuk mengantisipasi lahan parkir kota yang semakin sempit. Faktanya Anda dan 3 teman Anda dapat menggunakannya dan hanya memakan space untuk sebuah mobil saja. Designer David Miguel Moreira Gonçalves memimpikan Scarab untuk digunakan sebagai kendaraan sewa sebagai solusi transportasi yang nyaman dan ramah lingkungan. (source)

Dodge Tomahawk Motorcycle


The Dodge Tomahawk Motorcycle mungkin satu-satunya motor di daftar ini yang secara teknis sesungguhnya bukan sebuah sepeda motor. Berbasis motor Viper V-10, kendaraan ini punya mesin bertenaga 500 HP dan 4 roda. Menurut the National Highway Traffic and Safety Administration, apapun yang punya lebih dari 3 roda tidak bisa dikategorikan sebagai sebuah sepeda motor. Ini membuatnya juga sulit untuk diproduksi massal. Sayang memang, padahal monster yang satu ini hanyalah sebuah mesin dengan beberapa roda yang menyediakan tenaga besar di antara kedua kaki kita. (source)

ENERGYA Motorcycle


Kalau yang satu ini masih dikategorikan sebagai sepeda motor tulen. Dengan dua roda di depan dan dua buah joknya membuatnya mirip mobil balap, tapi cuma punya sebuah roda belakang. Desainer Higgins-Aube membernya nama "motomobile", hasil kawin silang mobil dan sepeda motor. (source)

Ferrari V4 Motorcycle Concept


Kalo Ferrari bikin motor, bisa dibayangkan kalo acuannya adalah mobilnya. Desainer Amir Glinik menciptakan motor ini dengan lekuk bodi dan sudut dari roh mobil Ferrari, yang mengkombinasikan estetika dan performance. Konsep Ferrari V4 ini mengadaptasi kontrol jet tempur F-16 dan tombol-tombol dari mobil Formula-1. (source)


nUCLEUS Motorcycle Concept


nUCLEUS membuang jauh-jauh apapun dalam pikiran Anda mengenai sosok sebuah motor konsep. Jujur saja, tidak seperti desain konsep motor yang lain, NONOBJECT mendesainnya berbeda sendiri dari inspirasi motor konsep lainnya. Saat tidak digunakan motor ini seperti sebuah kotak yang aneh, tapi saat dikendarai roda-rodanya akan memanjang dan muncul joknya untuk memamerkan kegunaannya. (source)

Magic Tricycle


The Magic Tricycle kedengarannya seperti sebuah mainan anak-anak, tapi kenyataannya adalah sebuah sepeda motor transformer yang ajaib. Saat Anda pengen berada di dalam mobil, motor ini akan merebah ke samping dan menggunakan 3 rodanya dan berfungsi layaknya mobil. Tapi saat Anda pengen ngebut, motor ini akan berdiri dengan roda ketiganya berada di atas, yang diharapkan membantu keseimbangannya. (source)


Speed Racer Alien Motorcycle


Motor ciptaan desainer Dan Bailey ini seperti sesuatu yang muncul di film-film aliens. Berbasis Kawasaki Ninja, motor ini sangat solid, tapi didesain dengan sedikit mengejutkan sekaligus manis. Tidak ada pernyataan apakah motor ini akan diproduksi apa tidak. (source)

2015 Honda CB750 Concept


Motor ini keliatannya seperti pernah dimajinasikan dalam video-video game tahun 90-an. Frame dari carbon fiber, alumunium, dan titanium membuat Honda CB750 2015 ini sanggup membawa beban pengendaranya yang berat. Ditenagai oleh mesin hidrogen cair 4 silinder dan memiliki fitur on boar computers yang dikendalikan sebuah OLED touceh screen. Teknologi radarnya membuat motor ini akan melambat saat akan terjadi benturan. Tentu saja fitur ini bisa dinon-aktifkan kalo Anda tidak menyukainya.

disosiatif

Proses-proses disosiatif, meliputi
1. Persaingan (Kompetisi)
Persaingan merupakan suatu proses sosial di mana orang-perorangan atau kelompokkelompok
saling memperebutkan sesuatu yang menjadi pusat perhatian dengan cara berusaha
menarik perhatian atau mempertajam prasangka, tanpa disertai dengan tindakan kekerasan
ataupun ancaman, melainkan dengan peningkatan mutu atau kualitas diri.
Persaingan mempunyai dua tipe umum, yaitu:
 bersifat personal/pribadi atau perorangan (rivalry),
 bersifat korporasi atau kelompok
B a h a n A j a r S O S I O L O G I K e l a s X S M 1 o l e h A g u s S a n t o s a
Halaman 13
Ruang lingkup persaingan dapat diberbagai bidang kehidupan: ekonomi (perdagangan),
sosial (kesempatan pendidikan), budaya (kesenian, olahraga), politik (pemerintahan, partai
politik) maupun keagamaan (antar kelompok agama, aliran, madzab, sekte, dst.)
2. Konflik (Pertikaian)
Pertikaian atau konflik merupakan proses sosial seperti halnya kompetisi atau persaingan,
hanya bedanya pada pertikaian disertai dengan ancaman dan/atau tindak kekerasaan, baik
fisik maupun nonfisik.
Pertikaian dapat timbul karena:
 perbedaan individual, berupa pendirian atau perasaan
 perbedaan kebudayaan, berupa perbedaan sistem nilai atau norma
 perbedaan kepentingan, berupa kepentingan ekonomi atau politik
 perubahan sosial dan budaya yang berlangsung cepat sehingga para warga masyarakat
kesulitan menyesuaikan diri dengan keadaan baru, misalnya antara kelompok yang
mempertahankan status quo dengan kelompok reformis (pembaru).
Seperti halnya persaingan, pertikaian pun dapat berlangsung antara perorangan ataupun
kelompok.
3. Kontrvensi
Kontravensi merupakan proses sosial yang berada di antara persaingan dan konflik.
Kontravensi merupakan sikap yang tersembunyi terhadap pihak-pihak lain atau terhadap
unsur-unsur kebudayaan suatu golongan. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian,
tetapi tidak sampai menimbulkan pertikaian.
Bentuk-bentuk kontravensi:
 proses umum: perbuatan menolak, keengganan, menganggu proses atau mengacaukan
rencana
 sederhana: menyangkal pernyataan di depan umum, memaki, mencerca, memfitnah,
menyebarakan selebaran atau melemparkan pembuktian kepada orang lain
 intensif: menghasut, menyebarkan desas-desus
 taktis: mengejutkan lawan dengan perang urat syaraf (psy war), unjuk kekuatan (show of
force), dan sebagainya.
E. Interaksi Sosial dan Pembentukan Keteraturan Sosial
Keteraturan sosial terjadi apabila tindakan dan interaksi sosial di antara para warga
masyarakat berlangsung sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.
Menurut para penganut teori fungsionalisme struktural, meskipun di dalam masyarakat
terdapat unsur-unsur sosial yang saling berbeda, tetapi unsur-unsur tersebut cenderung saling
menyesuaikan sehingga membentuk suatu keseimbangan (equilibrium) dalam kehidupan
sosial. Sedangkan menurut para penganut teori konflik, keteraturan sosial akan terjadi apabila
dalam masyarakat terdapat unsur sosial yang dominan (menguasai) atau adanya
ketergantungan ekonomi satu terhadap lainnya.
B a h a n A j a r S O S I O L O G I K e l a s X S M 1 o l e h A g u s S a n t o s a
Halaman 14
Wujud nyata dari keseimbangan ini adalah keteraturan sosial, yaitu kondisi di mana cara
berfikir, berperasaan dan bertindak serta interaksi sosial di antara para warga masyarakat
selaras (konformis) dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang belaku dalam
masyarakat yang besangkutan.
Keteraturan sosial akan tercipta dalam masyarakat apabila:
 terdapat sistem nilai dan norma sosial yang jelas. Jika nilai dan norma dalam masyarakat
tidak jelas akan menimbulkan keadaan yang dinamakan anomie (kekacauan norma).
 individu atau kelompok dalam masyarakat mengetahui dan memahami nilai-nilai dan
norma-norma yang berlaku
 individu atau kelompok menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan nilai-nilai dan
norma-norma yang berlaku
 berfungsinya sistem pengendalian sosial (social control)
Berkembangnya keteraturan sosial dapat dicermati melalui bagan berikut!
SOCIAL ORDER
(TERTIB SOSIAL)
Suatu sistem atau tatanan nilai dan norma yang
diketahui, diakui dan dipatuhi
KEAJEGAN (CONTINUITY)
(Keteraturan yang tetap dan
berlangsung terus menerus)
POLA SOSIAL
(Bentuk umum aktivitas atau
interaksi sosial)
Perilaku warga masyarakat dapat diramalkan oleh pihak
lain, sehingga pihak lain tersebut menyesuakan
perilakunya
KETERATURAN SOSIAL
(kondisi dinamis di mana tindakan dan interaksi sosial berlangsung tertib dan teratur
sehingga mendukung tercapainya tujuan hidup bermasyarakat )

asimilasi

Asimilasi merupakan proses sosial tingkat lanjut yang ditandai oleh adanya upaya-upaya
mengurangi perbedaan serta mempertinggi kesatuan tindakan, sikap dan proses-proses
mental di antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok dengan memperhatikan
kepentingan atau tujuan bersama.
Asimilasi akan terjadi apabila:
 dua kelompok yang berbeda kebudayaan
 individu/warga kelompok saling bertemu dan bergaul intensif dalam waktu yang lama,
sehingga
 terjadi kontak kebudayaan (akulturasi) yang memungkinkan dua kelompok yang berbeda
itu saling mengadopsi (meminjam) unsur-unsur kebudayaan
 cara hidup dan kebudayaan dua kelompok itu saling menyesuaikan diri sehingga masingmasing
mengalami perubahan
 kelompok-kelompok tersebut melebur membentuk kelompok baru dengan cara hidup dan
kebudayaan baru yang berbeda dari kelompok asal
Interaksi sosial yang menghasilkan asimilasi: bersifat pendekatan
 tidak mengalami hambatan dan pembatasan
 interaksi berlangsung primer
 interaksi berlangsung dengan frekuensi yang tinggi dan dalam keseimbangan
Hal-hal yang mempermudah asimilasi:
 toleransi
 kesempatan yang seimbang dalam proses ekonomi
 sikap menghargai orang asing dengan segenap kebudayaannya
 sikap terbuka dari golongan yang berkuasa (elite/the rulling class)
 persamaan unsur-unsur kebudayaan
B a h a n A j a r S O S I O L O G I K e l a s X S M 1 o l e h A g u s S a n t o s a
Halaman 12
 perkawinan campuran (amalgamasi)
Hal-hal yang menghambat asimilasi:
 terisolirnya suatu kelompok
 kurangnya pengetahuan terhadap kebudayaan lain
 adanya prasangka terhadap kebudayaan lain
 penilaian bahwa kebudayaan kelompoknya lebih tinggi derajatnya (ethnosentrisme)
 Loyalitas yang berlebihan kepada kelompok bawaan lahirnya (primordialisme)
 in group feeling yang kuat
 perbedaan warna kulit dan ciri-ciri badaniah (ras)
Karena asimilasi berkaitan dengan proses yang mendahuluinya, yakni akulturasi, maka
berikut dikemukakan beberapa hal yang berkait dengan proses akulturasi atau kontak
kebudayaan itu.
Unsur-unsur kebudayaan yang mudah diterima:
 Unsur kebudayaan material dan teknologi
 Unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan
 Unsur kebudayaan yang dampaknya tidak begitu mendalam, misalnya mode (fashion)
atau unsur kesenian
Unsur kebudayaan yang tidak mudah diterima:
 Unsur-unsur yang berkaitan dengan nilai yang mendasari pola berfikir dan cara hidup,
misalnya: agama, ideologi atau falsafah hidup
 Unsur kebudayaan yang telah tersosialisasi dan terinternalisasikan secara luas dan
mendalam: sistem kekerabatan (discent), makanan pokok, kebiasaan makan, dan
sebagainya.
Kelompok dalam masyarakat yang mudah menerima kebudayaan baru:
 golongan muda yang identitas diri dan kepribadiannya belum mantap
 kelompok masyarakat yang tidak mapan atau anti kemapanan
 kelompok masyarakat yang berada dalam tekanan, misalnya kaum minoritas
 golongan terdidik (kelas menengah/perkotaan)

kerjasama (sosiologi)

Kerja sama timbul ketika orang-orang menyadari adanya kepentingan yang sama pada saat
bersamaan, dan mempunyai pengertian bahwa kepentingan yang sama tersebut dapat lebih
mudah dicapai apabila dilakukan bersama-sama.
Motivasi bekerjasama
Kesadaran orang/kelompok untuk bekerjasama dapat berupa:
 menghadapi tantangan bersama,
 menghadapi pekerjaan yang memerlukan tenaga massal,
 melaksanakan upacara keagamaan,
 menghadapi musuh bersama,
 memperoleh keuntungan ekonomi,
 untuk menghindari persaingan bebas, menggalang terjadinya integrasi sosial (keutuhan
masyarakat).
Bentuk-bentuk kerjasama
Kerjasama di antara individu atau kelompok dalammasyarakat dapat berupa:
 bargaining (pertukaran “barang” atau “jasa” di antara dua individu/kelompok),
 kooptasi (penerimaan unsur baru dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan untuk
menghindari kegoncangan stabilitas kelompok), dan
 koalisi (penggabungan dua kelompok atau lebih yang mempunyai tujuan sama).
2. Akomodasi
Akomodasi dapat berarti proses atau keadaan. Sebagai proses, akomodasi merupakan upayaupaya
menghindarkan, meredakan atau mengakhiri konflik atau pertikaian, Sebagai keadaan,
akomodasi merupakan keadaan di mana hubungan-hubungan di antara unsur-unsur sosial
dalam keselarasan dan keseimbangan, sehingga warga masyarakat dapat dengan mudah
menyesuaikan dirinya dengan harapan-harapan atau tujuan-tujuan masyarakat.
Gillin dan Gillin menyatakan bahwa akomodasi merupakan istilah yang dipakai oleh para
sosiolog untuk menggambarkan keadaan yang sama dengan pengertian adaptasi yang
digunakan oleh para ahli biologi untuk menggambarkan proses penyesuaian mahluk hidup
dengan lingkungan alam di mana ia hidup.
Tujuan akomodasi:
 Untuk mengurangi pertentangan antara orang-orang atau kelompok-kelompok akibat
perbedaan faham. Dalam hal ini akomodasi diarahkan untuk memperoleh sintesa baru
dari faham-faham yang berbeda.
 Untuk mencegah meledaknya pertentangan untuk sementara waktu
 Untuk memungkinkan dilangsungkannya kerjasama di antara individu-individu atau
kelompok-kelompok yang karena faktor psikologi atau kebudayaan menjadi terpisah satu
dari lainnya
 Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok yang sebelumnya terpisah
Bentuk-bentuk akomodasi sebagai proses menghindarkan, meredakan atau mengakhiri
konflik:
 Kompromi (pihak yang bertikai saling mengurangi tuntutan)

Fungsi nilai sosial.


Nilai Sosial dapat berfungsi:
 Sebagai faktor pendorong, hal ini berkaitan dengan nilai-nilai yang berhubungan dengan citacita
atau harapan,
 Sebagai petunjuk arah mengenai cara berfikir dan bertindak, panduan menentukan pilihan,
sarana untuk menimbang penghargaan sosial, pengumpulan orang dalam suatu unit sosial,
 Sebagai benteng perlindungan atau menjaga stabilitas budaya.
Kerangka Nilai Sosial
Antara masyarakat yang satu dengan yang lain dimungkinkan memiliki nilai yang sama atau pun
berbeda. Cobalah ingat pepatah lama dalam Bahasa Indonesia: “Lain ladang lain belalang, lain lubuk
lain ikannya”, atau pepatah dalam bahasa Jawa: “desa mawa cara, negara mawa tata”. Pepatahpepatah
ini menunjukkan kepada kita tentang adanya perbedaan nilai di antara masyarakat atau
kelompok yang satu dengan yang lainnya.
Mengetahui sistem nilai yang dianut oleh sekelompok orang atau suatu masyarakat tidaklah mudah,
karena nilai merupakan konsep asbtrak yang hidup di alam pikiran para warga masyarakat atau
kelompok. Namun lima kerangka nilai dari Cluckhohn yang di Indonesia banyak dipublikasikan oleh
antropolog Koentjaraningrat berikut ini dapat dijadikan acuan untuk mengenali nilai macam apa yang
dianut oleh suatu kelompok atau masyarakat.
Lima kerangka nilai yang dimaksud adalah:
 Tanggapan mengenai hakekat hidup (MH), variasinya: ada individu, kelompok atau masyarakat
yang memiliki pandangan bahwa “hidup itu baik” atau “hidup itu buruk”,
 Tanggapan mengenai hakikat karya (MK), variasinya: ada orang yang menganggap karya itu
sebagai status, tetapi ada juga yang menganggap karya itu sebagai fungsi,
 Tanggapan mengenai hakikat waktu(MW), variasinya: ada kelompok yang berorientasi ke masa
lalu, sekarang atau masa depan,
 Tanggapan mengenai hakikat alam (MA), Variainya: masyarakat Industri memiliki pandangan
bahwa manusia itu berada di atas alam, sedangkan masyarakat agraris memiliki pandangan bahwa
manusia merupakan bagian dari alam. Dengan pandangannya terhadap alam tersebut, masyarakat
industri memiliki pandangan bahwa manusia harus menguasai alam untuk kepentingan hidupnya,
sedangkan masyarakat agraris berupaya untuk selalu menyerasikan kehidupannya dengan alam,
 Tanggapan mengenai hakikat manusia (MM), variasi: masyarakat tradisional atau feodal
memandang orang lain secara vertikal, sehingga dalam masyarakat tradisional terdapat perbedaan
harga diri (prestige) yang tajam antara para pemimpin (bangsawan) dengan rakyat jelata.
Sedangkan masyarakat industrial memandang manusia yang satu dengan yang lain secara
horizontal (sejajar).
Pengertian Norma sosial
Kalau nilai merupakan pandangan tentang baik-buruknya sesuatu, maka norma merupakan ukuran
yang digunakan oleh masyarakat apakah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok
orang merupakan tindakan yang wajar dan dapat diterima karena sesuai dengan harapan sebagian
besar warga masyarakat ataukah merupakan tindakan yang menyimpang karena tidak sesuai dengan
harapan sebagian besar warga masyarakat.
Apa hubungannya antara nilai dengan norma? Norma dibangun di atas nilai sosial, dan norma sosial
diciptakan untuk menjaga dan mempertahankan nilai sosial. Pelanggaran terhadap norma akan
mendapatkan sanksi dari masyarakat

Karakteristik Sosiologi


Sebagai ilmu, sosiologi memiliki sifat hakikat atau karakteristik sosiologi:
a. Merupakan ilmu sosial, bukan ilmu kealaman ataupun humaniora
b. Bersifat empirik-kategorik, bukan normatif atau etik; artinya sosiologi berbicara apa adanya
tentang fakta sosial secara analitis, bukan mempersoalkan baik-buruknya fakta sosial
tersebut. Bandingkan dengan pendidikan agama atau pendidikan moral.
c. Merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat umum, artinya bertujuan untuk menghasilkan
pengertian dan pola-pola umum dari interaksi antar-manusia dalam masyarakat, dan juga
tentang sifat hakikat, bentuk, isi dan struktur masyarakat.
d. Merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science), bukan ilmu pengetahuan terapan
(applied science)
e. Merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak atau bersifat teoritis. Dalam hal ini sosiologi
selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi tersebut
merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk
menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga menjadi teori.
1.4 Kegunaan Sosiologi dan Peran Sosiolog
Sosiologi dipelajari untuk apa? Dengan pertanyaan lain mengapa kita belajar sosiologi?
Sebenarnya di mana dan sebagai apa seorang sosiolog dapat berkiprah, tidak mungkin dapat
dibatasi oleh sebutan-sebutan dalam administrasi okupasi (pekerjaan/mata pencaharian) resmi
yang dileluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Di beberapa negara telah muncul pengakuan
terhadap sumbangan dan peran sosiolog di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan.
Horton dan Hunt (1987) menyebutkan beberapa profesi yang pada umumnya diisi oleh para
sosiolog: (1) ahli riset, baik itu riset ilmiah (dasar) untuk perkembangan ilmu pengetahuan
ataupun riset yang diperlukan untuk kepentingan industri (praktis), (2) konsultan kebijakan,
khususnya untuk membantu untuk memprediksi pengaruh sosial dari suatu kebijakan dan/atau
pembangunan, (3) sebagai teknisi atau sosiologi klinis, yakni ikut terlibat di dalam kegiatan
perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan dalam masyarakat, (4) sebagai
pengajar/pendidik, dan (5) Sebagai pekerja sosial (social worker).
Di luar profesi yang disebutkan oleh Horton dan Hunt tersebut, tentu masih banyak profesi yang
dapat digeluti oleh seorang sosiolog. Banyak bukti menunjukkan, bahwa dengan kepekaan dan
semangat keilmuannya yang selalu berusaha membangkitkan sikap kritis, para sosiologi banyak
yang berkarier cemerlang di berbagai bidang yang menuntut kreativitas, misalnya dunia
jurnalistik. Di jajaran birokrasi, para sosiolog sering berpeluang menonjol dalam karier karena
kelebihannya dalam dalam visinya atas nasib rakyat.
Seiring dengan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat, keterlibatan para sosiolog di
berbagai bidang kehidupan akan semakin penting dan sangat diperlukan. Perubahan sosial yang
terjadi dalam masyarakat akan menuntut penyesuaian dari segenap komponen masyarakat yang
menuntut kemampuan mengantisipasi keadaan baru. Para sosiolog pada umumnya unggul dalam
hal penelitian sosial, sehingga perannya sangat diperlukan.

pengelolaan minyak bumi

Proses pengolahan minyak bumi yang berupa lumpur hitam untuk menjadi minyak bumi dalam bentuk yang beraneka ragam seperti kerosin, bensin, bensol, bio pertamax, bio diesel, minyak tanah, solar, dan lain sebagainya membutuhkan proses produksi yang panjang. Hasil keluaran dapat bertingkat-tingat maupun hanya mengeluarkan satu hasil saja.
Penjelasan mengenai tehnik dan cara mengolah minyak bumi mentah menjadi matang dapat dilihat pada artikel lain di situs organisasi.org ini. Di sini kita akan menjelaskan lebih rinci mengenai hasil keluarannya, yaitu sebagai berikut di bawah ini :
1. Bensol
Bensol adalah bahan bakar kapal terbang atau pesawat terbang.
2. Minyak Diesel
Minyak diesel adalah cairan yang digunakan untuk menjalanan mesin diesel / disel.
3. Minyak Bakar
Minyak bakar adalah bahan bakar yang dipakai untuk kapal laut dan untuk keperluan operasional industri.
4. Gas Bakar
Gas bakar adalah gas yang berfungsi sebagai bahan bakar gas untuk kebutuhan hidup rumah tangga sehari-hari dan juga untuk keperluan bahan industri.
5. Kerosin atau alias Minyak Tanah
Kerosin adalah bahan bakar cair untuk kebutuhan rumah tangga.
6. Bensin
Bensin adalah cairan yang difungsikan untuk bahan bakar kendaraan bermotor seperti mobil dan motor.
7. Arang atau Batu Ampas
Arang adalah bahan bakar yang banyak dipakai untuk kebutuhan industri.
-----
Tambahan :
Hasil Proses pengolahan minyak bumi juga dapat menghasilkan keluaran lain yang dapat digunakan seperti sebagaimana berikut di bawah ini :
1. Aspal
Aspal adalah salah satu material yang digunakan untuk membuat jalan raya.
2. Gas Hidrokarbon
Hidrokarbon adalah bahan untuk memproduksi karet sistetis atau tiruan dari bahan dasar plastik
3. Parafin
Parafin adalah salah satu bahan yang dipakai untuk tutup botol, industri tenun menenun, korek api, korek api, lilin batik dan masih banyak lagi lainnya.

perkembangan sosiologi

1.2 Sejarah dan Perkembangan Sosiologi
a. Sejarah kelahiran sosiologi
Sebagai ilmu, sosiologi masih cukup muda, bahkan paling muda di antara ilmu-ilmu sosial yang lain.
Tokoh yang oleh banyak pihak dianggap sebagai Bapak Sosiologi adalah Auguste Comte, seorang
ahli filsafat dari Perancis yang lahir pada tahun 1798 dan meninggal pada tahun 1853. Walaupun
sebenarnya pada akhir abad pertengahan adalah Ibnu Khaldun (1332-1406), yang mengemukakan
tentang beberapa prinsip pokok untuk menafsirkan kejadian-kejadian sosial dan peristiwa-peristiwa
sejarah. Menurut beberapa sosiolog, Ibnu Khaldun lah yang lebih tepat sebagai Bapak Sosiologi,
karena jauh sebelum Comte ia telah mengemukakan tentang prinsip-prinsip sosiologi dalam bukunya
yang berjudul Muqodimah.
Auguste Comte mencetuskan pertama kali nama sociology dalam bukunya yang berjudul
Positive Philoshopy yang terbit pada tahun 1838. Pada waktu itu Comte menganggap bahwa
semua penelitian tentang masyarakat telah mencapai tahap terakhir, yakni tahap ilmiah, oleh
karenanya ia menyarankan semua penelitian tentang masyarakat ditingkatkan menjadi ilmu
yang berdiri sendiri, lepas dari filsafat yang merupakan induknya. Pandangan Comte yang
dianggap baru pada waktu itu adalah bahwa sosiologi harus didasarkan pada observasi dan
klasifikasi yang sistematis, dan bukan pada kekuasaan serta spekulasi.
Di samping mengemukakan istilah sosiologi untuk ilmu baru yang berasal dari filsafat
masyarakat ini, Comte juga merupakan orang pertama yang membedakan antara ruang
lingkup dan isi sosiologi dari ilmu-ilmu lainnya.
Menurut Comte ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan
perkembangan dari tahap sebelumnya. Tahap pertama dinamakan tahap theologis, kedua
adalah tahap metafisik, dan ketiga adalah tahap positif. Pada tahap pertama manusia
menafsirkan gejala-gelajala di sekelilingnya secara teologis, yaitu dengan kekuatan
adikodrati yang dikendalikan oleh roh, dewa, atau Tuhan yang Maha Kuasa. Pada tahap
kedua manusia mengacu pada hal-hal metafisik atau abstrak, pada tahap ketiga manusia
menjelaskan fenomena-fenomena ataupun gejala-gejala dengan menggunakan metode
ilmiah, atau didasarkan pada hukum-hukum ilmiah. Di sinilah sosiologi sebagai penjelasan
ilmiah mengenai masyarakat.
Dalam sistematika Comte, sosiologi terdiri atas dua bagian besar, yaitu: (1) sosiologi statik,
dan (2) sosiologi dinamik. Sosiologi statik diibaratkan dengan anatomi sosial/masyarakat,
sedangkan sosiologi dinamik berbicara tentang perubahan-perubahan yang terjadi dal

26/04/11

dinamika partikelf

Dinamika Partikel
Apakah yang terjadi jika benda dikenai gaya?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang pernah kita dengar pada pembahasan
fisika sejak kita kelas VII. Bila benda dikenai gaya maka benda akan berubah bentuk, benda
akan bergerak hingga benda akan berubah arah geraknya. Jawaban ini selintas
sangat mudah bagi kita yang sudah duduk di kelas XI.
Dinamika merupakan salah satu bagian dari cabang fisika. Apakah bedanya dinamika dengan
kinematika? Apakah hubungan dinamika dengan mekanika? Untuk lebih jelasnya mari
kita perhatikan contoh dua kasus dibawah ini!
1. Seorang pelari dengan kecepatan awal 10 m/s memiliki percepatan 10 m/s2
2.Suatu benda bermassa 2 kg dikenai gaya sebesar 5 N sehingga benda bergerak dengan
percepatan 0,5 m/s2
Kedua kasus tersebut menggambarkan dua hal yang
sama dan dua hal yang berbeda. Apakah perbedaan dan persamaan kedua kasus tersebut?
Bila kita jeli dalam menganalisa kedua kasus tersebut kita akan mendapatkan
persamaan dan perbedaan dari dua kasus tersebut. Persamaan dari kedua kasus
tersebut adalah sama-sama mengambarkan sesuatu yang bergerak. Apakah perbedaannya? Perbedaan ini merupakan hal yang menarik bagi kita. Perbedaan yang menonjol dari kedua kasus
tersebut adalah kasus pertama menggambarkan benda yang bergerak namun hanya
terfokus pada gerak itu sendiri tanpa memperhatikan faktor yang lainnya. Kasus
kedua merupakan kasus yang lebih sempurna, pada kasus kedua ini selain kita
memperhatikan gerak yang terjadi pada benda namun kita memperhatikan aspek lain
dari gerak diantaranya faktor penyebab gerak berupa gaya maupun faktor benda
itu sendiri misalnya massa benda.
Setelah kita membahas kinematika
partikel pada materi sebelumnya pada bab ini kita membahas mengenai dinamika
partikel yang meliputi segala seluk beluk mengenai gaya. Pada bab ini pembahasan hanya dibatasi pada gaya gesek, gaya gravitasi dan gaya pegas.
Apakah hal yang harus kita persiapkan sebagai
bekal kita dalam mempelajari bab ini? Hal utama yang harus kita persiapkan
adalah pemahaman kita mengenai hukum Newton yang melandasi dinamika partikel.

  • Gaya Gesek
Sebelum kita mempelajari materi ini, siapakah yang
membeli sepatu satu bulan yang lalu? Siapakah yang membeli sepatu satu tahun
yang lalu? Atau siapa yang merasa sepatunya sudah tidak baru lagi? Silahkan
memperhatikan permukaan alas sepatu masing-masing! Apakah tebal permukaan alas
sepatu kalian sama ketika baru membeli dengan sekarang? Apakah tingkat
kekasarannya sama antar ketika membeli sepatu dengan sekarang?

Lebih nyaman mana ketika kalian berjalan dengan
sepatu baru dibanding ketika berjalan dengan sepatu yang lebih halus pada
lantai yang lincin? Tingkat kenyamanan
dan keamanan sepatu sebanding dengan tingkat kekasaran sepatu kita terutama ketika
berjalan pada lantai yang lincin. Semakin kasar alas sepatu kita maka semakin
aman ketika berjalan pada lantai yang
lincin. Hal ini disebabkan pada lantai lincin tingkat kerawanan tergelincir
tinggi. Sepatu kasar bisa menurunkan tingkat kerawanan tergelincirnya kaki
kita. Gaya apakah yang menyebabkan kita aman dari tergelincir pada lantai agak
lincin? Apakah yang menyebabkan sepatu kita lebih cepat halus permukaan
alasnya? Gaya ini merupakan gaya gesek yang bekerja dengan arah berlawanan
dengan arah gerak benda dan bekerja ketika benda saling bersentuhan.

1. Gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis
Sebelum membahas kedua gaya tersebut sebaiknya
perhatikan demonstrasi berikut!
Gaya Gesek Statis Dan Gaya Gesek Kinetis
Tujuan : 1. Membedakan gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis
2. Membedakan koefisisen gesek statis dan koefisien gesek kinetis
Alat dan Bahan : balok kayu, Benang, neraca pegas
Langkah kegiatan:
1. Guru menarik troli dengan menggunakan
neraca pegas yang dikaitkan dengan benang
2. guru menarik troli dari kondisi diam
hingga bergerak dengan gaya yang perlahan-lahan
3. Siswa memperhatikan demonstrasi guru
sambil menulis angka yang tertera pada neraca pegas ketika guru menyebutkan
dengan keras angka yang tertera pada neraca pegas
4. guru membahas mengenai besar gaya yang
diperlukan untuk menarik troli dari diam hingga bergerak
lah memperhatikan demonstrasi ini, kamu akan mengetahui bahwa gaya gesek terdiri
dari gaya gesek statis dan gaya geek kinetis. Gaya gesek statis dan gaya gesek
kinetik memiliki berbagai perbedaan. Bila melihat gaya yang digunakan ketika
kita menarik benda dapat digrafikkan sebagai berikut :
Berdasarkan grafik tersebut terlihat sebelum benda bergerak benda akan mengalami gaya gesek
statis hingga bernilai maksimum hingga tepat akan bergerak. Ketika benda mulai
bergerak, benda mengalami gaya gesek statis.
Perbedaaan apa saja yang terdapat pada kedua gaya gesek tersebut? Perbedaan antara gaya
gesek kinetis dengan gaya gesek statis dapat kita lihat pada kegiatan
demonstrasi kita tersebut. Perbedaaan tersebut antara lain :


No

Perbedaan

Gaya gesek kinetis

Gaya gesek statis

1

Kondisi Benda

bergerak

diam

2

Besar gaya

Relatif konstan

berubah

3

Komponen yang mempengaruhi

µk dan N

µs dan N

4

rumusan

Fk = µk.N

Fs ≤ µs.N

Berdasarkan perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa gaya
gesek statis bekerja pada benda diam hingga tepat akan bergerak sehingga
besarnya sehingga besarnya gaya
berubah hingga mencapai nilai maksimum yang diperlukan untuk menggerakkan benda.
Jadi jika dirumuskan menjadi Fs ≤ µs.N. Berbeda dengan gaya gesek statis,
gaya gesek kinetis merupakan gaya
gesek yang bekerja pada benda yang bergerak dengan besar gaya yang relatif konstan. Bila dirumuskan
menjadi Fk = µk.N.
Tanda persamaan pada kedua gaya
gesek tersebut memiliki arti fisis yang harus diperhatikan. Apakah arti
fisisnya? Pada gaya gesek kinetis arti tersebut
menandakan besar gaya gesek tersebut relatif konstan dan pada gaya
gesek statis besar gaya
akan terus berubah hingga benda tepat akan bergerak atau bernilai maksimum.
2. gaya gesek pada bidang miring
Bagaimanakah gaya gesek pada
bidang miring? Apakah bidang miring itu? Sebelum membahas lebih jauh tentang gaya gesek pada bidang miring sebaiknya kita melakukan kegiatan berikut.







Gaya Gesek pada Bidang miring

Kegiatan 2
Tujuan : 1. menentukan nilai koefisien gesek kinetis bidang miring
2.menjelaskan pengaruh perubahan sudut terhadap percepatan jatuh benda
Alat dan Bahan: papan lintasan, beban, balok, katrol, mistar, tali,
penyangga, stop watch
Prosedur :
1.Letakkan papan peluncur beserta penyangga dengan sudut tertentu
2.Letakkan balok diatas papan luncur dan ikat dengan tali
3. hubungkan tali dengan beban
4. usahakan tinggi beban terhadap lantai pada sudut berpapun tetap (h) dan massa beban tetap (m)
5. setelah terbentuk sudut kemiringan tertentu
lepaskan beban dari ketinggian tertentu sehingga balok mulai tertarik
mengikuti aarah tali penghubung
6. lakukan langkah ke-5 secara berulang dengan sudut yang berbeda
7. catat sudut pada kolom α, panjang lintasan pada kolom l, waktu yang diperlukan pada

besaran turunan

Besaran Turunan adalah besaran yang terbentuk dari satu atau lebih besaran pokok yang ada. Besaran adalah segala sesuatu yang memiliki nilai dan dapat dinyatakan dengan angka.
Misalnya adalah luas yang merupakan hasil turunan satuan panjang dengan satuan meter persegi atau m pangkat 2 (m^2). Luas didapat dari mengalikan panjang dengan panjang.
Berikut ini adalah berbagai contoh besaran turunan sesuai dengan sistem internasional / SI yang diturunkan dari sistem MKS (meter – kilogram – sekon/second) :

- Besaran turunan energi satuannya joule dengan lambang J
- Besaran turunan gaya satuannya newton dengan lambang N
- Besaran turunan daya satuannya watt dengan lambang W
- Besaran turunan tekanan satuannya pascal dengan lambang Pa
- Besaran turunan frekuensi satuannya Hertz dengan lambang Hz
- Besaran turunan muatan listrik satuannya coulomb dengan lambang C
- Besaran turunan beda potensial satuannya volt dengan lambang V
- Besaran turunan hambatan listrik satuannya ohm dengan lambang ohm
- Besaran turunan kapasitas kapasitor satuannya farad dengan lambang F
- Besaran turunan fluks magnet satuannya tesla dengan lambang T
- Besaran turunan induktansi satuannya henry dengan lambang H
- Besaran turunan fluks cahaya satuannya lumen dengan lambang ln
- Besaran turunan kuat penerangan satuannya lux dengan lambang lx

GERAK MELNGKAR BERATURAN

Gerak Melingkar adalah gerak suatu benda yang membentuk lintasan berupa lingkaran mengelilingi suatu titik tetap. Agar suatu benda dapat bergerak melingkar ia membutuhkan adanya gaya yang selalu membelokkan-nya menuju pusat lintasan lingkaran. Gaya ini dinamakan gaya sentripetal. Suatu gerak melingkar beraturan dapat dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan, mengingat perlu adanya suatu percepatan yang besarnya tetap dengan arah yang berubah, yang selalu mengubah arah gerak benda agar menempuh lintasan berbentuk lingkaran [1].

Besaran gerak melingkar

Besaran-besaran yang mendeskripsikan suatu gerak melingkar adalah \theta\!, \omega\! dan \alpha\! atau berturur-turut berarti sudut, kecepatan sudut dan percepatan sudut. Besaran-besaran ini bila dianalogikan dengan gerak linier setara dengan posisi, kecepatan dan percepatan atau dilambangkan berturut-turut dengan r\!, v\! dan a\!.
Besaran gerak lurus dan melingkar
Gerak lurus Gerak melingkar
Besaran Satuan (SI) Besaran Satuan (SI)
poisisi r\! m sudut \theta\! rad
kecepatan v\! m/s kecepatan sudut \omega\! rad/s
percepatan a\! m/s2 percepatan sudut \alpha\! rad/s2
- - perioda T\! s
- - radius R\! m

Turunan dan integral

Seperti halnya kembarannya dalam gerak linier, besaran-besaran gerak melingkar pun memiliki hubungan satu sama lain melalui proses integrasi dan diferensiasi.
\int \omega\ dt = \theta \ \ \leftrightarrow\ \ \omega = \frac{d\theta}{dt}
\int \alpha\ dt = \omega \ \ \leftrightarrow\ \ \alpha = \frac{d\omega}{dt}
\int \int \alpha\ dt^2 = \theta \ \ \leftrightarrow\ \ \alpha = \frac{d^2\theta}{dt^2}

Hubungan antar besaran sudut dan tangensial

Antara besaran gerak linier dan melingkar terdapat suatu hubungan melalui R\! khusus untuk komponen tangensial, yaitu
\theta = \frac{r_T}{R}\ \ , \ \ \omega = \frac{v_T}{R}\ \ , \ \ \alpha = \frac{a_T}{R}
Perhatikan bahwa di sini digunakan r_T\! yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh atau tali busur yang telah dilewati dalam suatu selang waktu dan bukan hanya posisi pada suatu saat, yaitu
r_T \approx |\overrightarrow{r}(t+\Delta t)-\overrightarrow{r}(t)|\!
untuk suatu selang waktu kecil atau sudut yang sempit.

 Jenis gerak melingkar

Gerak melingkar dapat dibedakan menjadi dua jenis, atas keseragaman kecepatan sudutnya \omega\!, yaitu:
  • gerak melingkar beraturan, dan
  • gerak melingkar berubah beraturan.

Gerak melingkar beraturan

Gerak Melingkar Beraturan (GMB) adalah gerak melingkar dengan besar kecepatan sudut \omega\! tetap. Besar Kecepatan sudut diperolah dengan membagi kecepatan tangensial v_T\! dengan jari-jari lintasan R\!
\omega = \frac {v_T} R
Arah kecepatan linier v\! dalam GMB selalu menyinggung lintasan, yang berarti arahnya sama dengan arah kecepatan tangensial v_T\!. Tetapnya nilai kecepatan v_T\! akibat konsekuensi dar tetapnya nilai \omega\!. Selain itu terdapat pula percepatan radial a_R\! yang besarnya tetap dengan arah yang berubah. Percepatan ini disebut sebagai percepatan sentripetal, di mana arahnya selalu menunjuk ke pusat lingkaran.
a_R = \frac {v^2} R = \frac {v_T^2} R
Bila T\! adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran penuh dalam lintasan lingkaran \theta = 2\pi R\!, maka dapat pula dituliskan
v_T = \frac {2\pi R} T \!
Kinematika gerak melingkar beraturan adalah
\theta(t) = \theta_0 + \omega\ t
dengan \theta(t)\! adalah sudut yang dilalui pada suatu saat t\!, \theta_0\! adalah sudut mula-mula dan \omega\! adalah kecepatan sudut (yang tetap nilainya).

Gerak melingkar berubah beraturan

Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) adalah gerak melingkar dengan percepatan sudut \alpha\! tetap. Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial a_T\! (yang dalam hal ini sama dengan percepatan linier) yang menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit dengan arah kecepatan tangensial v_T\!).
\alpha = \frac {a_T} R
Kinematika GMBB adalah
\omega(t) = \omega_0 + \alpha\ t \!
\theta(t) = \theta_0 + \omega_0\ t  + \frac12 \alpha\ t^2 \!
\omega^2(t) = \omega_0^2 + 2 \alpha\ (\theta(t) - \theta_0) \!
dengan \alpha\! adalah percepatan sudut yang bernilai tetap dan \omega_0\! adalah kecepatan sudut mula-mula.

Persamaan parametrik

Gerak melingkar dapat pula dinyatakan dalam persamaan parametrik dengan terlebih dahulu mendefinisikan:
  • titik awal gerakan dilakukan (x_0,y_0)\!
  • kecepatan sudut putaran \omega\! (yang berarti suatu GMB)
  • pusat lingkaran (x_c,y_c)\!
untuk kemudian dibuat persamaannya [2].
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung jari-jari lintasan R\! yang diperoleh melalui:
R = \sqrt{(x_0 - x_c)^2 + (y_0 - y_c)^2} \!
Setelah diperoleh nilai jari-jari lintasan, persamaan dapat segera dituliskan, yaitu
x(t) = x_c + R cos(\omega t + \phi_x) \!
y(t) = y_c + R sin(\omega t + \phi_y) \!
dengan dua konstanta \phi_x \! dan \phi_y \! yang masih harus ditentukan nilainya. Dengan persyaratan sebelumnya, yaitu diketahuinya nilai (x_0,y_0)\!, maka dapat ditentukan nilai \phi_x \! dan \phi_y \!:
\phi_x = \arccos \left( \frac{x_0 - x_c}{R} \right)\!
\phi_y = \arcsin \left( \frac{y_0 - y_c}{R} \right)\!
Perlu diketahui bahwa sebenarnya
\phi_x = \phi_y \!
karena merupakan sudut awal gerak melingkar.

Hubungan antar besaran linier dan angular

Dengan menggunakan persamaan parametrik, telah dibatasi bahwa besaran linier yang digunakan hanyalah besaran tangensial atau hanya komponen vektor pada arah angular, yang berarti tidak ada komponen vektor dalam arah radial. Dengan batasan ini hubungan antara besaran linier (tangensial) dan angular dapat dengan mudah diturunkan.

Kecepatan tangensial dan kecepatan sudut

Kecepatan linier total dapat diperoleh melalui
v  = \sqrt{v_x^2 + v_y^2}
dan karena batasan implementasi persamaan parametrik pada gerak melingkar, maka
v_T  = v = \sqrt{v_x^2 + v_y^2}
dengan
v_x  = \dot{x} = \frac{dx}{dt}
v_y  = \dot{y} = \frac{dy}{dt}
diperoleh
v_x  = -\omega R \sin(\omega t + \phi_x) \!
v_y  = \omega R \cos(\omega t + \phi_x) \!
sehingga
v_T  = \sqrt{(-\omega)^2 R^2 \sin^2(\omega t + \phi_x) + \omega^2 R^2 \cos^2(\omega t + \phi_x)}\!
v_T  = \omega R \sqrt{\sin^2(\omega t + \phi_x) + \cos^2(\omega t + \phi_x)}\!
v_T  = \omega R\!

Percepatan tangensial dan kecepatan sudut

Dengan cara yang sama dengan sebelumnya, percepatan linier total dapat diperoleh melalui
a  = \sqrt{a_x^2 + a_y^2}
dan karena batasan implementasi persamaan parametrik pada gerak melingkar, maka
a_T  = a = \sqrt{a_x^2 + a_y^2}
dengan
a_x  = \ddot{x} = \frac{d^2x}{dt^2}
a_y  = \ddot{y} = \frac{d^2y}{dt^2}
diperoleh
a_x  = -\omega^2 R \cos(\omega t + \phi_x) \!
a_y  = -\omega^2 R \sin(\omega t + \phi_x) \!
sehingga
a_T  = \sqrt{(-\omega)^4 R^2 \cos^2(\omega t + \phi_x) + \omega^4 R^2 \sin^2(\omega t + \phi_x)}\!
a_T  = \omega^2 R \sqrt{\cos^2(\omega t + \phi_x) + \sin^2(\omega t + \phi_x)}\!
a_T  = \omega^2 R\!

Kecepatan sudut tidak tetap

Persamaan parametric dapat pula digunakan apabila gerak melingkar merupakan GMBB, atau bukan lagi GMB dengan terdapatnya kecepatan sudut yang berubah beraturan (atau adanya percepatan sudut). Langkah-langkah yang sama dapat dilakukan, akan tetapi perlu diingat bahwa
\omega \rightarrow \omega(t) = \int \alpha dt = \omega_0 + \alpha t \!
dengan \alpha\! percepatan sudut dan \omega_0\! kecepatan sudut mula-mula. Penurunan GMBB ini akan menjadi sedikit lebih rumit dibandingkan pada kasus GMB di atas.
Persamaan parametrik di atas, dapat dituliskan dalam bentuk yang lebih umum, yaitu:
x(t) = x_c + R \cos \theta \!
y(t) = y_c + R \sin \theta \!
di mana \theta = \theta(t) \! adalah sudut yang dilampaui dalam suatu kurun waktu. Seperti telah disebutkan di atas mengenai hubungan antara \theta \!, \omega \! dan \alpha \! melalui proses integrasi dan diferensiasi, maka dalam kasus GMBB hubungan-hubungan tersebut mutlak diperlukan.

 Kecepatan sudut

Dengan menggunakan aturan rantai dalam melakukan diferensiasi posisi dari persamaan parametrik terhadap waktu diperoleh
v_x(t) = - R \sin \theta\ \frac{d\theta}{dt} =  - \omega(t) R \sin \theta \!
v_y(t) = R \cos \theta \ \frac{d\theta}{dt} = \omega(t) R \cos \theta \!
dengan
\frac{d\theta}{dt} = \omega(t) = \omega_0 + \alpha\ t \!
Dapat dibuktikan bahwa
v(t) = v_T(t) = \sqrt{v_x^2(t) + v_y^2(t)} = \omega(t) R \!
sama dengan kasus pada GMB.

Percepatan total

Diferensiasi lebih lanjut terhadap waktu pada kecepatan linier memberikan
a_x(t) = - R \cos \theta \ \left( \frac{d\theta}{dt} \right)^2  - R \sin \theta \frac{d^2\theta}{dt^2} \!
a_x(t) = - R \sin \theta \ \left( \frac{d\theta}{dt} \right)^2  + R \cos\theta \frac{d^2\theta}{dt^2} \!
yang dapat disederhanakan menjadi
a_x(t) = - \omega^2 R \cos \theta  - \alpha R \sin \theta \!
a_x(t) = - \omega^2 R \sin \theta  + \alpha R \cos \theta \!
Selanjutnya
a^2(t) = a_x^2(t) + a_y^2(t) = R^2\left(\omega^4(t) + \alpha^2 \right) \!
yang umumnya dituliskan [3]
a^2(t) = a_R^2(t) + a_T^2(t) \!
dengan
a_T = \alpha R \!
yang merupakan percepatan sudut, dan
a_R = \omega^2 R = a_S \!
yang merupakan percepatan sentripetal. Suku sentripetal ini muncul karena benda harus dibelokkan atau kecepatannya harus diubah sehingga bergerak mengikuti lintasan lingkaran.

Gerak berubah beraturan

Gerak melingkar dapat dipandang sebagai gerak berubah beraturan. Bedakan dengan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Konsep kecepatan yang berubah kadang hanya dipahami dalam perubahan besarnya, dalam gerak melingkar beraturan (GMB) besarnya kecepatan adalah tetap, akan tetapi arahnya yang berubah dengan beraturan, bandingkan dengan GLBB yang arahnya tetap akan tetapi besarnya kecepatan yang berubah beraturan.
Gerak berubah beraturan
Kecepatan GLBB GMB
Besar berubah tetap
Arah tetap berubah

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons