Recomended


ShoutMix chat widget
quot;> sini

Pages

02/06/11

PERMINTAAN, PENAWARAN DAN HARGA KESEIMBANGAN




Setelah mempelajari kegiatan ini, siswa dapat:
1. menyebutkan pengertian permintaan dan penawaran;
2. mendefinisikan hukum permintaan dan penawaran;
3. membuat grafik permintaan dan penawaran;
4. menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran; dan
5. membuat pergeseran kurva permintaan dan penawaran.

A. Pengertian Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.
Contoh:
Seorang siswa SMU Terbuka membutuhkan buku tulis, yang berasal dari uang saku yang dikumpulkan. Di toko buku siswa tersebut mengadakan tawar-menawar dan disepakati harga sebuah buku Rp.2.500,00 dengan isi 40 lembar. Sesuai dengan kemampuannya, maka siswa tersebut membeli 4 buah buku tulis. Contoh tersebut di atas adalah contoh permintaan perseorangan. Jika dalam satu sekolah buku tersebut pada harga Rp.2.500,00, jumlah pembeli 100 orang dengan jumlah yang dibeli 500 buah, merupakan contoh permintaan pasar.
Permintaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam:
1. Permintaan absolut (absolut demand).
Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.
2. Permintaan efektif (effective demand)
Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli.
B. Hukum Permintaan (The Law Of Demand)
Hukum permintaan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam keadaan cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap). Hukum permintaan “apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang”. Hukum permintaan berbanding terbalik dengan harga.
Contoh:
Jika harga kendaraan turun dari mahal ke murah, jumlah yang membeli semakin banyak dan sebaliknya jika harga kendaraan naik dari murah ke mahal, maka jumlah yang membeli semakin sedikit. Jelaskah Anda!
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Manusia adalah makhluk sosial yang dinamis, sehingga terjadi perubahan-perubahan yang dapat mempengaruhi kebutuhan hidupnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah:
1. Harga barang itu sendiri
Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya terhadap jumlah barang yang diminta.
2. Pendapatan masyarakat
Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan.
3. Intensitas kebutuhan
Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/ jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah permintaan berbeda.
4. Distribusi Pendapatan
Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat, sebaliknya pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka secara keseluruhan jumlah permintaan akan turun.
5. Pertambahan penduduk
Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat.
6 Selera (Taste)
Perkembangan mode, pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera masyarakat, yang akan mempunyai pengaruh terhadap jumlah permintaan.
7. Barang pengganti (substitusi)
Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya.


Contoh:
1. Pada saat harga beras naik sangat tinggi, maka masyarakat yang tidak mampu akan beralih membeli jagung sebagai pengganti beras.
2. Pada saat harga buku tulis dengan kertas putih meningkat sangat tinggi, maka masyarakat yang tidak mampu akan beralih membeli buku dengan kertas koran.
D. Kurva Permintaan
Kurva ini menggambarkan hubungan fungsional antara harga dan jumlah barang yang diminta. Kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang berarti bahwa makin rendah harga (P), makin banyak jumlah yang diminta (Q). Mengapa demikian, karena:
1. Orang yang mula-mula tak mampu membeli, dengan harga turun maka menjadi mampu membeli atau dari pembeli potensiil menjadi pembeli riil.
2. Orang yang tadinya membeli barang lain karena tingkat kemampuannya, sekarang menjadi membeli karena mampu.
Berdasarkan keterangan tersebut di atas dapat dibuat kurva yang menunjukkan jumlah barang yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga sebagai berikut:

Harga Jumlah yang dibeli

Rp. 200,00 100 unit
Rp. 300,00 90 unit
Rp. 400,00 80 unit
Rp. 500,00 70 unit
Rp. 600,00 60 unit
Rp. 700,00 50 unit
Rp. 800,00 40 unit


Dari contoh di atas, kerjakan latihan berikut dalam bentuk kurva permintaan!
Harga Jumlah yang dibeli
Rp. 300,00 900 unit
Rp. 400,00 800 unit
Rp. 500,00 700 unit
Rp. 600,00 600 unit
Rp. 700,00 500 unit






E. Pergeseran Kurva Permintaan
Kurva permintaan digambarkan dengan anggapan cateris paribus, masih ingatkan, apa artinya? Jika faktor-faktor lain berubah, maka kurva permintaan juga akan mengalami perubahan/pergeseran.
Kurva permintaan dapat berubah karena:
1. Perubahan Harga
Perubahan harga mengakibatkan perubahan permintaan, yaitu:
a. Jika harga naik, maka jumlah permintaan akan berkurang. Kurva akan bergeser ke kiri.
b. Jika harga turun, maka jumlah permintaan akan naik. Kurva akan bergeser ke kanan.
Contoh 1:
Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan harga.

Pada saat harga Rp.30,00 jumlah permintaan 50 unit. Harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah permintaan turun menjadi 30 unit. Pada saat harga turun menjadi Rp.20,00, maka permintaan meningkat menjadi 70 unit.
2. Perubahan Pendapatan Masyarakat
Pendapatan masyarakat akan mengakibatkan perubahan permintaan.
a. Jika pendapatan masyarakat naik, maka jumlah permintaan akan bertambah dan kurva permintaan akan bergeser ke kanan.
b. Jika pendapatan masyarakat turun, maka jumlah permintaan akan berkurang, dan kurva permintaan akan bergeser ke kiri.
Contoh 2:
Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan pendapatan masyarakat.

Pendapatan masyarakat mula-mula Rp.30,00 jumlah yang diminta 40 unit. Pendapatan meningkat Rp.40,00 jumlah permintaan naik menjadi 50 unit. Pendapatan turun menjadi Rp.20,00 jumlah permintaan menjadi 30 unit.
Dari data-data yang menunjukkan perubahan berikut, cobalah buatkan kurvanya. Pada saat harga Rp.550,00 jumlah unit yang diminta sebesar 950 unit. Harga naik menjadi Rp.700,00 jumlah unit yang diminta turun menjadi 750 unit. Pada saat harga turun dari Rp.550,00 menjadi Rp.350,00 jumlah yang diminta naik menjadi 1.300 unit.


F. Hukum Penawaran (The Law Of Supply)
Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual pada berbagai tingkat harga pada waktu dan tempat tertentu.Jumlahnya penawaran sebagai akibat adanya permintaan dan sebaliknya, sehingga antara penawaran dan permintaan tidak dapat dipisahkan.
Apabila harga naik, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah. Jika harga barang/jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/ turun. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. Hukum ini juga tidak berlaku mutlak cateris paribus. Dengan demikian terjadi perbedaan antara hukum penawaran dengan hukum permintaan.
G. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah yang ditawarkan
Seperti permintaan, penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu:
1. Biaya produksi (input)
Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan.
2. Teknologi
Maju/mundurnya atau canggih tidaknya teknologi akan mempengaruhi jumlah penawaran. Makin canggih teknologi, produktifitas semakin besar, harga menjadi murah, jumlah yang ditawarkan meningkat dan sebaliknya.
3. Harapan keuntungan
Tingkat keuntungan produsen, besar kecilnya laba akan menentukan harga jual. Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barang murah, sehingga jumlah penawaran meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan.
4. Kebutuhan akan uang tunai
Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan berpengaruh kepada harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah penawaran barang/jasa.
5. Harapan harga masa yang akan datang
Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga dianggap lebih menguntungkan, produsen akan menahan barang, sehingga mempengaruhi jumlah penawaran.

H. Kurva Penawaran
Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan.
Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak. Agar lebih jelas, ikuti contoh berikut dengan seksama.
Tabel Penawaran
Harga Jumlah yang ditawarkan
Rp. 100,00 200 unit
Rp. 200,00 300 unit
Rp. 300,00 400 unit
Rp. 400,00 500 unit
Rp. 500,00 600 unit


Setelah Anda mengerti perbedaan antara kurva permintaan dan kurva penawaran, cobalah selesaikan data berikut menjadi kurva penawaran dan kurva permintaan.
Data Permintaan dan Penawaran
Harga Jumlah permintaan Jumlah penawaran
Rp. 200,00 900 unit 300 unit
Rp. 300,00 800 unit 400 unit
Rp. 400,00 700 unit 500 unit
Rp. 500,00 600 unit 600 unit
Rp. 600,00 500 unit 700 unit
Rp. 700,00 400 unit 800 unit



H. Pergeseran Kurva Penawaran
Kurva penawaran akan mengalami pergeseran, tergantung pada faktor yang mempengaruhinya.
Jika harga barang naik, maka jumlah penawaran akan bertambah, sehingga kurva bergeser ke kanan.
Jika harga barang turun, maka jumlah penawaran akan berkurang, kurva bergeser ke kiri.
Contoh:
Pergeseran kurva penawaran akibat perubahan harga barang.

- Pada saat harga Rp.30,00 jumlah unit yang ditawarkan sejumlah 40 unit.
- Pada saat harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah barang yang ditawarkan meningkat menjadi 60 unit, kurva bergeser ke kanan.
- Pada saat harga turun menjadi Rp.20,00 maka jumlah yang ditawarkan berkurang menjadi 25 unit, kurva penawaran bergeser ke kiri.
No. Harga Jumlah penawaran
1 Rp. 25,00 500 unit
2 Rp. 35,00 650 unit
3 Rp. 20,00 400 unit
Cobalah buat kurva penawaran dengan data-data di atas!

KESEIMBANGAN HARGA
Setelah mempelajari kegiatan ini, siswa dapat:
1. menjelaskan arti harga keseimbangan;
2. menjelaskan proses terbentuknya harga pasar;
3. membuat harga keseimbangan dalam bentuk grafik/kurva;
4. menyebutkan golongan pembeli;
5. menyebutkan golongan penjual;
6. menyebutkan premi konsumen dan premi produsen; dan
7. membuat pergeseran kurva harga keseimbangan.
Permintaan/pembeli berusaha untuk mendapatkan barang/jasa yang baik dengan harga yang murah, sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibat dari tarik-menarik/tawar-menawar antara permintaan dan penawaran, maka akan tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga.
1. Pengertian Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.
2. Proses terbentuknya Harga Pasar
Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan. Perhatikan tabel berikut dan amati perubahannya.


P pada Rp. 400,00 terjadi Equilibrium Price dengan jumlah yang ditawarkan (S) sama dengan jumlah yang diminta (D), yaitu sebesar 5.000 unit.
Penjual menawarkan dengan harga Rp.600,00 dengan jumlah barang yang terjual/ ditawarkan 7.000 unit. Sedangkan pembeli menawar dengan harga Rp.200,00 dan jumlah barang yang diminta 7.000 unit. Karena tidak terjadi kesepakatan, maka penjual berusaha menurunkan harga dan pembeli berusaha menaikkan penawaran, demikian seterusnya sampai akhirnya bertemu pada harga Rp.400,00 dengan jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, sebesar 5.000 unit.
Sekarang coba buatlah kurva harga keseimbangan dengan data sebagai berikut:
Tabel Permintaan dan Penawaran


3. Penggolongan Pembeli dan Penjual
Pembeli dan penjual dapat digolongkan berdasarkan perbandingan antara harga pasar dan harga pokok bagi penjual/produsen dan kemampuan membeli bagi konsumen/ pembeli.

Pembeli dan penjual dapat digolongkan:
a. Pembeli super marginal, yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan membeli di atas harga pasar.
b. Pembeli marginal, yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan sama dengan harga pasar.
c. Pembeli sub marginal, yaitu kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan membeli di bawah harga pasar.
d. Penjual super marginal, yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar.
e. Penjual marginal, yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok sama dengan harga pasar.
f. Penjual sub marginal, yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar.
Dari penggolongan di atas dapat disimpulkan:
a. Terdapat pembeli/penjual yang memperoleh keuntungan. Pembeli yang memiliki kemampuan membeli lebih tinggi (pembeli super marginal) mendapatkan premi konsumen. Penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar (penjual super marginal) mendapatkan premi produsen.
b. Terdapat pembeli/penjual yang menderita kerugian. Pembeli sub marginal yang memiliki kemampuan membeli di bawah harga pasar. Penjual sub marginal yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar.
c. Terdapat pembeli dan penjual yang impas (Break Even Point). Tidak memperoleh keuntungan dan kerugian karena harga pokok sama dengan harga pasar serta kemampuan membeli sama dengan harga pasar.



Selesaikanlah tabel berikut!




Pada grafik di bawah ini akan terlihat daerah premi konsumen dan premi produsen, kerugian konsumen/produsen, maupun BEP konsumen/produsen.

Titik E merupakan harga keseimbangan dengan tingkat harga OP dan jumlah penawaran/ permintaan OQ.
Premi konsumen berada pada daerah P, P 2, E.
Premi produsen berada pada daerah P, P1, E.
Pembeli sub marginal pada titik E menuju D.
Penjual sub marginal pada titik E menuju S.
4. Pergeseran Titik Keseimbangan
Titik keseimbangan (Equilibrium Price) akan mengalami pergeseran akibat dari naik turunnya akibat perubahan penawaran/permintaan.
1. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah permintaan.
Jika jumlah permintaan bertambah sedangkan jumlah penawaran tetap, maka ada kecenderungan harga akan naik.
Misalnya pada harga Rp.20,00 jumlah permintaan 30 unit. Jika jumlah permintaan meningkat 40 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.30,00. Perhatikan di grafik: E akan berubah menjadi E1.

2. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan.
Jika jumlah permintan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga akan turun.
Misalnya harga Rp.25,00 jumlah permintaan 45 unit. Apabila jumlah permintaan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.15,00.







3. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah penawaran.
Jika jumlah penawaran bertambah sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan turun.
Misalnya pada harga Rp.40,00 jumlah penawaran 40 unit. Jika jumlah penawaran bertambah menjadi 50 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.30,00.

4. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah penawaran.
Jika jumlah penawaran berkurang, sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan naik.
Misalnya pada harga Rp.25,00 jumlah penawaran 45 unit. Jika jumlah penawaran berkurang menjadi 35 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.35,00.


Agar Anda lebih terampil dalam menggambar, buatlah pergeseran titik keseimbangan akibat pertambahan dan pengurangan jumlah permintaan dalam satu gambar.
Kasus:
Harga Rp.35,00 jumlah permintaan 40 unit.
Jumlah permintaan meningkat menjadi 50 unit, harga naik menjadi Rp.45,00.
Jumlah permintaan berkurang menjadi 30 unit, harga turun menjadi 25,00.P

Gambarkan pula pergeseran titik keseimbangan akibat pertambahan/pengurangan jumlah penawaran dalam satu gambar.
Kasus:
Harga Rp.30,00 jumlah penawaran 40 unit. Jumlah penawaran meningkat menjadi 50 unit, harga turun menjadi Rp.20,00. Jumlah penawaran berkurang menjadi 30 unit, harga naik menjadi 40,00.














ELASTISITAS HARGA
Setelah mempelajari kegiatan ini diharapkan siswa dapat:
1. menyebutkan arti elastisitas permintaan dan penawaran;
2. menyebutkan macam-macam elastisitas permintaan dan penawaran;
3. membuat berbagai jenis grafik elastisitas harga; dan
4. menghitung koefisien elastisitas permintaan dan penawaran.
Setelah Anda mempelajari harga keseimbangan yang merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran, maka Anda akan dapat menghitung perubahan harga akibat dari naik/turunnya permintaan dan penawaran.
Masihkan Anda ingat apakah permintaan, penawaran, hukum permintaan/penawaran, faktorfaktor yang mempengaruhi, serta pergeseran kurva-kurvanya? Bagus! Jika Anda sudah menguasai, marilah kita lanjutkan pada Elastisitas Harga.
1. Elastisitas Permintaan
1. Pengertian
Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yang diakibatkan adanya perubahan harga barang/jasa tersebut.
Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut, diukur dengan angka-angka yang disebut Koefisien Elastisitas permintaan yang dilambangkan dengan huruf ED ( Elasticity Demand).
2. Macam-macam Elastisitas Permintaan
Untuk membedakan elastisitas permintaan digunakan ukuran berdasarkan besar/ kecilnya tingkat koefisien elastisitasnya.

Macam-macam elastisitas permintaan.
1. In Elastis Sempurna (E = 0)
Permintaan in elastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan.
E = 0, artinya bahwa perubahan sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan.
Contoh: obat-obatan pada waktu sakit
Perhatikan kurva di bawah ini!

Pada kurva in elastisitas sempurna, kurvanya akan sejajar dengan sumbu Y atau P.
2. In Elastis (E < 1)
Permintan in elastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan.
E < 1, artinya perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil.
Contoh: permintaan terhadap beras.







3. Elastis Uniter (E = 1)
Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan harga.
E = 1, artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah permintaan yang sama.
Contoh: barang-barang elektronik.

4. Elastis (E > 1)
Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga.
E > 1, artinya perubahan harga diikuti jumlah permintaan dalam jumlah yang lebih besar.
Contoh: barang mewah.

5. Elastis Sempurna ( E = ~ )
Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan tidak berpengaruh sama sekali terhadap perubahan harga.
Kurvanya akan sejajar dengan sumbu Q atau X.
E = ~ , artinya bahwa perubahan harga tidak diakibatkan oleh naik-turunnya jumlah permintaan.
Contoh: bumbu dapur.

3. Perhitungan Koefisien Elastisitas Permintaan
Untuk membedakan elastisitas permintaan digunakan ukuran berdasarkan besar/ kecilnya tingkat koefisien elastisitasnya.
Hasil perhitungan koefisien elastisitas permintaan selalu negatif, karena berbanding terbalik antara harga barang dengan jumlah permintaan.
Beberapa cara untuk menghitung koefisien elastisitas permintaan:
1. Membandingkan antara % perubahan jumlah permintaan dengan % perubahan harga

Perubahan permintaan = 900 unit - 1.000 unit = - 100 unit.
Perubahan harga Rp.960,00 - Rp.800,00 = Rp.160,00

2. Dengan rumus:


3. Dengan rumus:


Kerjakan data berikut dengan menggunakan ketiga rumus tersebut dan samakah hasilnya?

1. Elastisitas Penawaran
1. Pengertian
Elastisitas penawaran adalah tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yang diakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angkaangka yang disebut koefisien elastisitas penawaran dengan lambang ES (Elasticity Supply).
Coba Anda ingat kembali apa arti elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran!
2. Macam-macam Elastisitas Penawaran
Seperti dalam permintaan, elastisitas penawaran dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:
1. In Elastis Sempurna (E = 0)
Penawaran in elastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah penawaran.
Kurvanya sejajar dengan sumbu Y atau P.

2. In Elastis (E < 1)
Penawaran in elastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan penawaran.







3. Elastis Uniter (E = 1)
Penawaran elastis uniter terjadi jika perubahan harga sebanding dengan perubahan jumlah penawaran.

4. Elastis (E > 1)
Penawaran elastis terjadi jika perubahan harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih besar.

5. Elastis Sempurna ( E = ~ )
Penawaran elastis sempurna terjadi jika perubahan penawaran tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga, sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu Q atau X.



Setelah Anda mengetahui bahwa elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran masing-masing ada 5, bedakan antara keduanya dengan melengkapi format ini.

3. Perhitungan Koefisien Elastisitas Penawaran
Perhitungan koefisien elastisitas penawaran sama prinsipnya dengan koefisien elastisitas permintaan. Hasil perhitungan koefisien elastisitas penawaran selalu positif, karena berbanding lurus antara jumlah penawaran dengan harga barang.
Rumus perhitungan koefisien penawaran:

Keterangan:
ES = elastisitas penawaran
(Q = perubahan jumlah penawaran
Q = jumlah penawaran sebelum berubah
Q1 = jumlah penawaran setelah berubah
(P = perubahan harga
P = harga sebelum berubah
P1 = harga setelah berubah

Contoh:


Kerjakan latihan di bawah ini dan buktikan dengan ketiga cara/rumus, hasilnya sama.






LATIHAN SOAL
Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar.

1. Apakah arti elastisitas permintaan dan penawaran?
2. Sebutkan macam-macam elastisitas permintaan dan penawaran!
3. Buatlah grafik elastisitas harga (permintaan dan penawaran)!
a. E = 0
b. E < 1
c. E = 1
d. E > 1
e. E = ~

4. Berapa koefisien elastisitas permintaan?
Harga Jumlah Permintaan
Rp. 800,00
Rp. 900,00 1000 unit
800 unit

5. Berapa koefisien elastisitas penawaran?
Harga Jumlah penawaran
Rp. 500,00
Rp. 600,00 2000 unit
2500 unit

Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Penawaran


Faktor-faktor terpenting yang mempengaruhi elastisitas penawaran adalah waktu yang diperlukan untuk menyesuaikan produksi dengan perubahan permintaan masyarakat, dan biaya produksi kalau produksi diperbesar atau diperkecil. Misalnya, seorang petani yang membawa basil kebunnya ke pasar untuk dijual (sayuran, buah-buahan, bunga). Penawarannya akan inelastis. Mengapa? Kalau harga di pasar lebih tinggi daripada yang diharapkannya, ia tidak segera akan dapat menawarkan lebih banyak karna harus menunggu musim berikut. Dan kalau harga lebih rendah daripada yang diharapkan, ia tetap akan menjual seluruh persediaannya karna barang-barang ini tidak dapat disimpan lama. Umumnya penawaran hasil-hasil pertanian bersifat inelastis.
Waktu yang diperlukan untuk menyesuaikan jumlah yang ditawarkan (Qs) dengan perubahan harga dapat dibedakan:
A. Jangka waktu sangat pendek
Dalam waktu satu/beberapa hari saja semua input tetap: oleh karena itu, para produsen/penjual tidak dapat segera menambah jumlah yang ditawarkan, meskipun konsumen bersedia membayar harga yang tinggi. Jumlah barang yang ditawarkan tergantung dari banyaknya persediaan yang ada pada saat itu. Maka, dalam jangka waktu sangat pendek penawaran bersifat inelastis.
B. Jangka pendek
Diartikan jangka waktu yang cukup untuk memungkinkan para produsen menambah jumlah produksinya dengan jalan menambah input variabel (dengan bekerja lebih keras/lama, mempergunakan lebih banyak bahan, dsb.), tetapi tidak cukup lama untuk memperbesar kapasitas produksi yang ada (areal pertanian, modal tetap seperti bangunan pabrik, mesin-mesin, dll).
Dalam keadaan demikian penawaran dapat elastis, dapat juga inelastis, tergantung jenis barang dan proses produksinya. Kalau memperbesar produksi menyebabkan biaya naik dengan cepat, make S akan inelastic. Tetapi kalau biaya produksi hampir tidak naik dengan pertambahan produksi, S akan bersifat elastis. Umumnya, hasil pertanian suplainya inelastic, sedang hasil pabrik lebih elastis.
C. Jangka panjang
Diartikan jangka waktu yang cukup lama hingga para produsen dapat menambah kapasitas produksi dengan menambah modal tetap (pabrik baru, mesin-mesin, perluasan areal pertanian, dsb) untuk menyesuaikan produksi dengan permintaan masyarakat. Makin lama jangka waktu, makin elastis penawaran.
Dalam jangka panjang, perkembangan teknik produksi di sektor industri dan produksi secara besar-besaran malah dapat menyebabkan harga turun, sehingga barang¬barang yang dulu dipandang barang mewah dan mahal menjadi barang kebutuhan biaya yang terbeli juga oleh orang banyak (misalnya, radio transistor, kalkulator, dsb).

Pengaruh Elastisitas Terhadap Harga Keseimbangan Pasar


Bila ada perubahan dalam permintaan atau penawaran sehingga kurvanya bergeser, akibatnya harga keseimbangan akan berubah juga. Besar kecilnya perubahan harga tersebut dipengaruhi juga oleh elastisitas permintaan dan penawaran barang yang bersangkutan. Untuk memperlihatkan hal ini, dalam Gambar 11.6 dan 11.7 pada postingan sebelumnya, dilukiskan akibat perbedaan elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran terhadap harga keseimbangan.
Hal ini bukan hanya permainan dengan kurva. Penerapan yang terpenting, sekaligus contoh yang cukup menyolok tentang keadaan demikian adalah dalam hal hasil-hasil sektor pertanian. Pada umumnya permintaan akan hasil-hasil sektor pertanian bersifat inelastis. Demikian pula penawarannya bersifat inelastis karena tidak segera dapat disesuaikan dengan perubahan permintaan masyarakat. Elastisitas pendapatan untuk hasil-hasil pertanian pun umumnya rendah. Akibat situasi demikian itu ialah bahwa harga tidak stabil. Lagipula bahwa perubahan harga yang besar pun hampir-hampir tidak akan menaikkan pendapatan petani. Petani yang dengan susah payah berhasil meningkatkan produksinya belum tentu juga ikut menikmati hasilnya.
Keseimbangan Harga Pasar
Gambar 11.6 menunjukkan suatu pergesera kurva penawaran tertentu (S->S’) sedang elastisitas kurva permintaan berbeda-beda. Harga keseimbangan semula adalah P dan jumlah semula Q.
Dalam Gambar 11.6-A akibat pergeseran kurva S menjadi S’ dengan kurva D yang elastis mengakibatkan penurunan harga yang hanya sedikit, dan pertambahan jumlah yang besar (Q->Q’).
Dalam Gambar 11.6-B akibat pergeseran kurva S yang sama besarnya tetapi kurva D inelastis menyebabkan penurunan harga yang besar (P->P’) dan perubahan jumlah yang hanya kecil.
Estabilitas Harga Pasar
Gambar 11.7 menunjukkan suatu pergeseran kurva D tertentu (D->D’) sedang kurva S berbeda-beda elastisitasnya. Dan grafik tampak bahwa makin elastis penawaran, makin besar perubahan dalam jumlah dan nakin kecil perubahan harga. Sebaliknya, makin inelastis penawaran makin began perubahan harga dun makin kecil perubahan jumlah.

perkalian titik dan perkalian silang

Vektor bukan bilangan biasa, sehingga perkalian biasa tidak bisa langsung digunakan pada vektor. Kita harus menggunakan perkalian vektor. Perkalian vektor terdiri dari dua jenis, yaitu perkalian titik dan perkalian silang. Perkalian titik disebut juga perkalian skalar karena menghasilkan besaran skalar. Perkalian silang disebut juga perkalian vektor karena perkalian tersebut menghasilkan besaran vektor.
Misalnya terdapat dua vektor, yakni A dan B. Perkalian skalar dari vektor A dan B dinyatakan dengan A.B (karena digunakan notasi titik maka perkalian ini dinamakan perkalian titik). Perkalian vektor dari A dan B dinyatakan dengan A x B. Karena digunakan notasi x, maka perkalian ini disebut perkalian silang.
Perkalian titik
Misalnya diketahui vektor A dan B sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Perkalian titik antara vektor A dan B dituliskan sebagai A.B (A titik B).
Untuk mendefinisikan perkalian titik dari vektor A dan B (A.B), digambarkan vektor A dan vektor B yang membentuk sudut teta (sambil lihat gambar di bawah). Selanjutnya kita gambarkan proyeksi dari vektor B terhadap arah vektor A. Proyeksi ini adalah komponen dari vektor B yang sejajar dengan vektor A, yang besarnya sama dengan B cos teta.
Dengan demikian, kita definisikan A.B sebagai besar vektor A yang dikalikan dengan komponen vektor B yang sejajar dengan A. Secara matematis dapat kita tulis sebagai berikut :
AB cos teta merupakan bilangan biasa (skalar). Karenanya perkalian titik disebut juga perkalian skalar. Bagaimana jika perkalian titik antara vektor A dan B dibalik menjadi B.A ? sebelum kita definisikan B.A, terlebih dahulu kita gambarkan proyeksi dari vektor A terhadap vektor B (lihat gambar di bawah).
Berdasarkan gambar ini, kita dapat mendefinisikan B.A sebagai besar vektor B yang dikalikan dengan komponen vektor A yang sejajar dengan B. Secara matematis dapat kita tulis sebagai berikut :
Hasil perkalian titik A.B = AB cos teta dan hasil perkalian titik B.A = BA cos teta. Karena AB cos teta = BA cos teta, maka berlaku A.B = B.A
Beberapa hal dalam perkalian titik yang perlu anda ketahui :
1. Perkalian titik memenuhi hukum komutatif
A.B = B.A
2. Perkalian titik memenuhi hukum distributif
A. (B + C) = A.B + A.C
3. Jika vektor A dan B saling tegak lurus, maka hasil perkalian titik A.B = 0
Ketika vektor A dan B saling tegak lurus, maka sudut yang dibentuk adalah 90o. Cos 90o = 0. Dengan demikian : A.B = AB cos teta = AB cos 90o = 0. Sebaliknya, B.A = BA cos teta = BA cos 90o = 0
4. Jika vektor A dan vektor B searah, maka A.B = AB cos 0o = AB
Ketika vektor A dan B searah, maka sudut yang dibentuk adalah 0o. Cos 0 = 1. Dengan demikian, A.B = AB cos teta = AB cos 0o = AB. Sebaliknya B.A = BA cos teta = BA cos 0o = BA
(Anda jangan bingung dengan AB dan BA. Besar AB = besar BA. Misalnya besar vektor A = 2. besar vektor B = 3. maka A.B = 2.3 = 6; ini sama saja dengan B.A = 3.2 = 6. dipahami perlahan-lahan ya…)
5. Syarat lain dari dua vektor yang searah, jika A = B maka diperoleh A.A = A2 atau B.B = B2
6. Jika vektor A dan B berlawanan arah (ketika dua vektor berlawanan arah maka sudut yang dibentuk adalah 180º), maka hasil perkalian A.B = AB cos 180º = AB (-1) = -AB.
Cos 180º = -1.
Contoh soal :
Sebuah vektor A memiliki besar 4 satuan dan vektor B memiliki 3 satuan. Tentukan hasil perkalian titik dari kedua vektor jika sudut yang dibentuk oleh kedua vektor adalah 60º, 90º dan 180o
Panduan jawaban :
Karena A.B = B.A maka kita bisa memilih menggunakan salah satu. Misalnya kita menggunakan A.B, dengan demikian kita tulis persamaannya
A.B = AB cos teta
Besar A = 4 satuan dan besar B = 3 satuan.
Soal latihan :
Dua vektor A dan B masing-masing besarnya 6 satuan dan 4 satuan. Tentukan perkalian titik antara kedua vektor jika sudut yang terbentuk adalah 30o, 60o, 90o, 120o, 150o, 180o

Perkalian silang

Perkalian silang dari dua vektor, misalnya vektor A dan B ditulis sebagai A x B (A silang B). Perkalian silang dikenal dengan julukan perkalian vektor, karena hasil perkalian ini menghasilkan besaran vektor.
Misalnya vektor A dan vektor B tampak seperti gambar di bawah.
Untuk mendefinisikan perkalian silang antara vektor A dan B (A x B), kita gambarkan vektor A dan B seperti gambar di atas, dan digambarkan juga komponen vektor B yang tegak lurus pada A (lihat gambar di bawah), yang besarnya sama dengan B sin teta
Dengan demikian, kita dapat mendefinisikan besar perkalian silang vektor A dan B (A x B) sebagai hasil kali besar vektor A dengan komponen vektor B yang tegak lurus pada vektor A.
Bagaimana jika A x B kita balik menjadi B x A ?
Terlebih dahulu kita gambarkan vektor B dan A serta komponen vektor A yang tegak lurus pada B (amati gambar di bawah…)
Berdasarkan gambar ini, kita dapat mendefinisikan perkalian silang antara vektor B dan A (B x A) sebagai hasil kali besar vektor B dengan komponen vektor A yang tegak lurus pada vektor B. Secara matematis ditulis :
Arah Perkalian Silang A x B
Perkalian silang adalah perkalian vektor, sehingga hasil perkaliannya memiliki besar dan arah. Besar hasil perkalian vektor telah kita turunkan di atas, sekarang kita menentukan arahnya. Untuk menentukan arah A x B, terlebih dahulu kita gambarkan vektor A dan B seperti gambar di bawah. Kedua vektor ini kita letakan pada suatu bidang (sambil lihat gambar di bawah ya….)
Kita definisikan perkalian silang A x B sebagai suatu vektor yang tegak lurus bidang di mana vektor A dan B berada. Besarnya sama dengan AB sin teta. Jika C = A x B maka C = AB sin teta
Arah C tegak lurus bidang di mana vektor A dan B berada. Kita dapat menggunakan kaidah tangan kanan untuk menentukan arah C. Jika kita menggenggam jari tangan di mana arahnya berlawanan dengan arah putaran jarum jam, maka arah C searah dengan arah ibu jari menuju ke atas.
Arah Perkalian Silang B x A
Untuk menentukan arah B x A, terlebih dahulu kita gambarkan vektor B dan A seperti gambar di bawah. Kedua vektor ini kita letakan pada suatu bidang (sambil lihat gambar di bawah ya….)
Jika C = B x A maka C = BA sin teta.
Arah C tegak lurus bidang di mana vektor B dan A berada. Kita dapat menggunakan kaidah tangan kanan untuk menentukan arah C. Jika kita menggenggam jari tangan di mana arahnya searah dengan arah putaran jarum jam, maka arah C sama dengan arah ibu jari menuju ke bawah.
A x B tidak sama dengan B x A. Hasil perkalian silang menghasilkan besaran vektor, di mana selain mempunyai besar, juga mempunyai arah. Pada penurunan di atas, arah A x B berlawanan arah dengan B x A.
Beberapa hal dalam perkalian silang yang perlu anda ketahui :
1. Perkalian silang bersifat anti komutatif.
A x B = – B x A
Tanda negatif menunjukkan bahwa arah B pada A x B berlawanan dengan arah B pada B x A.
2. Jika kedua vektor saling tegak lurus maka sudut yang dibentuk adalah 90o. Sin 90o = 1. Dengan demikian, besar hasil perkalian silang antara vektor A dan B akan tampak sebagai berikut :
A x B = AB sin teta = AB sin 90o = AB
B x A = BA sin teta = BA sin 90o = BA
Ingat ya, ini adalah besar hasil perkalian silang.
3. Jika kedua vektor searah, maka sudut yang dibentuk adalah 0o. Namanya juga segaris…
Sin 0o = 0. Dengan demikian, nilai alias besar hasil perkalian silang antara vektor A dan B akan tampak sebagai berikut.
A x B = AB sin teta = AB sin 0o = 0
B x A = BA sin teta = BA sin 0o = 0
Hasil perkalian silang antara dua vektor yang searah alias segaris kerja sama dengan n0L.

Besaran Pokok dan Turunan


Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, misalnya panjang, massa, waktu, luas, berat, volume, kecepatan, dll. Warna, indah, cantik, bukan merupakan besaran karena tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Besaran dibagi menjadi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
BESARAN POKOK
Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Ada tujuh besaran pokok dalam sistem Satuan Internasional yaitu Panjang, Massa, Waktu, Suhu, Kuat Arus, Jumlah molekul, Intensitas Cahaya.
Panjang adalah dimensi suatu benda yang menyatakan jarak antar ujung. Panjang dapat dibagi menjadi tinggi, yaitu jarak vertikal, serta lebar, yaitu jarak dari satu sisi ke sisi yang lain, diukur pada sudut tegak lurus terhadap panjang benda. Dalam ilmu fisika dan teknik, kata “panjang” biasanya digunakan secara sinonim dengan “jarak”, dengan simbol “l” atau “L” (singkatan dari bahasa Inggris length).
Massa adalah sifat fisika dari suatu benda, yang secara umum dapat digunakan untuk mengukur banyaknya materi yang terdapat dalam suatu benda. Massa merupakan konsep utama dalam mekanika klasik dan subyek lain yang berhubungan.
Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Sebagai contoh: masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Berbeda dengan masyarakat Barat, masysrakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir.
Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.
Jumlah molekul
Intensitas Cahaya
BESARAN TURUNAN
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok atau besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah Berat, Luas, Volume, Kecepatan, Percepatan, Massa Jenis, Berat jenis, Gaya, Usaha, Daya, Tekanan, Energi Kinetik, Energi Potensial, Momentum, Impuls, Momen inersia, dll. Dalam fisika, selain tujuh besaran pokok yang disebutkan di atas, lainnya merupakan besaran turunan. Besaran Turunan selengkapnya akan dipelajari pada masing-masing pokok bahasan dalam pelajaran fisika.
Untuk lebih memperjelas pengertian besaran turunan, perhatikan beberapa besaran turunan yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok berikut ini.
Luas = panjang x lebar
= besaran panjang x besaran panjang
= m x m
= m2
Volume = panjang x lebar x tinggi
= besaran panjang x besaran panjang x besaran Panjang
= m x m x m
= m3
Kecepatan = jarak / waktu
= besaran panjang / besaran waktu
= m / s

gerak lurus

1. Pengenalan Tentang Gerak
Pada saat anda belajar di Sekolah Menengah Pertama, anda telah belajar bahwa suatu benda dikatakan bergerak jika kedudukannya berubah relatif terhadap benda lain yang dianggap sebagai titik acuan. Misalkan kamu sedang menaiki kereta api yang sedang bergerak meninggalkan stasiun Kota Lama ke stasiun Kota Baru. Jika Stasiun Kota Lama dianggap sebagai titik acuan, anda dan kereta api dikatakan bergerak terhadap stasiun. Akan tetapi jika kereta api dianggap sebagai titik acuan, anda dikatakan diam terhadap kereta api karena kedudukanmu tidak berubah terhadap kereta api. Jadi bergerak atau diamnya suatu benda bersifat relatif berdasarkan kedudukannya terhadap benda lain yang dianggap sebagai titik acuan.
2. Gerak Lurus
Gerak lurus adalah gerak suatu benda yang menghasilkan lintasan berbentuk garis lurus. Contohnya gerak benda saat jatuh bebas atau gerak kendaraan di jalan raya yang lurus.
2.1 Lintasan, Jarak dan Perpindahan
Lintasan adalah titik-titik yang dilewati oleh suatu benda ketika bergerak. Lintasan gerak benda dapat berbentuk garis lurus, lingkaran, atau parabola. Jarak merupakan panjang lintasan yang menghubungkan dua titik. jarak merupakan besaran skalar dan tidak mempunyai arah, sedangkan perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda dari suati titik ke titik yang lain. Perpindahan mempunyai nilai dan arah. Oleh karena itu perpindahan merupakan besaran vektor.
Contoh Pemahaman konsep jarak dan perpindahan: Sebuah bus bergerak dari kota P ke kota Q sepanjang 400 m. Kemudian bus melanjutkan perjalanan ke kota R sepanjang 300 m. Tentukan (a) jarak yang ditempuh bus, (b) perpindahan yang dialami bus.
Penyelesaian: Jarak = panjang lintasan yang ditempuh bus
= panjang PQ + panjang QR
= 400 m + 300 m = 700 m
Perpindahan bus dapat dihitung dengan cara sebagai berikut : Posisi awal bus di kota P dan posisi akhir bus di kota R. Berarti perpindahan yang dialami bus adalah panjang PR.
Panjang PR dapt dihitung dengan menggunakan dalil Phytagoras yang hasilnya = 500 m.
Ayo Sekarang Uji kompetensi Anda tentang Pemahaman konsep jarak dan perpindahan dengan mencoba latihan di bawah ini.
Sebuah mobil mengitari suatu arena balap berbentuk lingkaran. Mobil bergerak mengitari sirkuit balap dari tempat start sebanyak dua kali dan akhirnya kembali ke tempat semula. Jika diameter sirkuit 1,0 km hitunglah (a) jarak yang ditempuh mobil, (b) perpindahan yang dialami mobil.
2.2 Kelajuan dan Kecepatan
Kelajuan menyatakan seberapa jauh benda bergerak dalam selang waktu tertentu tanpa mempedulikan arah geraknya. Angka yang ditunjukkan speedometer sepeda motor atau mobil adalah kelajuan kendaraan tersebut. Misalnya sebuah sepeda motor bergerak ke selatan kemudian secara perlahan-lahan berbelok ke timur. Selama perjalanan itu jarum speedometer sepeda motor selalu menunjukkan suatu angka tertentu. Penunjukkan angka speedometer ini tidak memberikan keterangan bahwa sepeda motor sudah berbelok atau berbalik arah. Jadi dapat dikatakan bahwa kelajuan termasuk besaran skalar.
Kelajuan rata-rata adalah panjang lintasan yang ditempuh dibagi waktu yang dibutuhkan untuk menempuh lintasan tersebut. Secara matematis kelajuan rata-rata = jarak yang ditempuh / selang waktu
Kecepatan menyatakan seberapa jauh kedudukan benda berubah dalam selang waktu tertentu. Perubahan kedudukan ini dipengaruhi oleh arah sehingga termasuk besaran vektor. Pada saat bergerak benda tidak selalu memiliki kecepatan yang tetap melainkan berubah-ubah. Untuk itu pada saat benda bergerak memiliki kecepatan sesaat dan kecepatan rata-rata.
Kecepatan Sesaat menunjukkan kecepatan benda pada selang waktu (t) yang sangat kecil.
Kecepatan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan kedudukan dibagi dengan selang waktu tempuh.
Contoh Pemahaman Konsep Kelajuan dan Kecepatan : Sebuah bus bergerak dari kota P ke kota Q sepanjang 400 m, kemudian bus melanjutkan perjalanan ke kota R sepanjang 300 m selama 0,5 jam. Tentukan (a) laju rata-rata bus, (b) kecepatan rata-rata bus selama bergerak dari Kota P ke kota R
Penyelesaian :
Laju rata-rata bus = jarak yang ditempuh/waktu tempuh
= 700 m / 0,5 jam
= 0,7 km/0,5 jam
= 1,4 km/jam
Kecepatan rata-rata bus = perpindahan yang dialami bus/waktu tempuh
= 500 m/0,5 jam
= 0,5 km/0,5 jam

PENGELOLAAN

KL – DABO, Bertempat di Gedung Nasional Dabo Singkep Jum’at (25-03-2010)MUSREMBANG Kabupaten Lingga dibuka secara resmi  oleh Bupati Kab Lingga H. Daria dalam sambutanya Bupati Lingga H. Daria mengatakan dalam Undang-Undang 25 tahun 2004 pengabdian  perencanaan suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. Melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan  sumber daya yang tersedia, sedangkan dalam peraturan Menteri Dalam Negeri RI No: 54 tahun 2010 tentang pelaksanaan peraturan pemerintah no 8 Tahun 2008 tentang tahapan tatacara penyusunan pengendalian dan Evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan Daerah disebutkan: Bahwa perencanaan pembangunan Daerah adalah suatu proses susunan tahapan-tahapan yang melibatkan berbagai kepentingan didalamnya guna pemanfaatan dan pengolakasian sumber Daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejateraan sosial dalam suatu lingkungan Wilayah Daerah dalam jangka waktu tertentu, menyimak dari hal tersebut rencana Kerja Pemerintah Daerah(RKPD) merupakan salah satu Dokomen pembangunan yang harus disusun oleh Daerah sebagaimana diamanatkan UU No 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional dan RKPD  harus disusun setiap tahun untuk menjadi pedoman atau proses untuk acuan APBD Sebagai  Dokumen Resmi daerah.
RKPD  mempunyai kedudukan yang strategis yaitu menjembatani antara perecanaan  strategis  jangka menengah dengan perencaan Anggaran tahunan. oleh karena itu SKPD berfungsi  menjabarkan rencana strategis dalam rencana Regional dengan membuat arah kebijakan pembangunan, prioritas pembangunan Rancangan Kerangka Ekonomi Daerah agar program kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah, sebagai rencana  Oposional, RKPD merupakan pedoman dalam penyusunan kebijakan umum, Anggaran proritas maupun anggaran sementara  dan rancangan anggaran APBD.
RKPD  Kabupaten Lingga pada Tahun 2012 disusun dengan menerapkan prinsip konsep-konsep perencanaan disusun secara partisipatif, transparan, kontabel dan didasarkan pada pengembangan serta perumusan berbagai kebijakan publik yang taktis, strategis serta mampu memberdayakan semua pelaku pembangunan. Penyusunan RKPD ini melalui 5(lima) pendekatan yaitu pendekatan Tehnohpatis dalam hal ini SKPD  disusun melalui proses pemikiran strategis dan indikator kualitas RKPD dalam mencapai tujuan dan sasaran pembangunan Daerah yang disepakati dan didalam Musrembang. Pendekatan Demokratis dan partisipatif dalam penyusun RKPD melibatkan sekoders, memaku kepentingan sebagai upaya menjalin aspirasi dan kesepakatan atas mengambil keputusan. pendekatan politis dalam penyusunan RKPD harus dilakukan konsultasi kepada Kepala Daerah sebagai upaya mengintorpasikan VISI dan MISI kepala daerah yang lebih operisional dan melibatkan DPRD.
Untuk memperoleh masukan pokok-pokok pikiran serta Fungsi DPRD dalam Anggaran,pendekatan vatamup ini bermakna bahwa RKPD harus mengakomodasi Aspirasi kebutuhan Masyarakat yang selaras dngan VISI dan Misi kepala Daerah. selanjutnya Dokomen     harus mengakomodir sinergi dan konsisten dengan kebijakan provinsi  dan Pusat serta dokumen perencanaan RPJP dan RPJM. Dalam lingkup Sistim Makanisme perencanaan dan anggaran
Pembangunan Daerah RKPD adalah penjabaran dari RPJMD dalam penyusunan RKPD diharapkan Indikator sasaran pembangunan daerah dapat dioperasionalkan dalam susunan program dan kegiatan yang disusun dalam rangka waktu perencanaan 1 (satu) tahun. RKPD juga membuat rancangan Otonomi  Daerah,prioritas pembangunan Daerah,rencana kerja dan pendanaanya dengan mengacu  RKPD Provinsi dan RKP. Musrembang Kab. Lingga merupakan lanjutan Musrembang Desa, Kelurahan, Kecamatan serta Forum SKPD Kab. Lingga untuk mendapatkan program yang Optimal dengan memperhatikan Pagu Dana yang ada sesuai dengan Skala Perioritasnya.
Sementara hasil Rekap Sementara kuota Usulan SKPD  untuk tahun 2012 sebesar Rp 369,7373564007(tigaratus enam puluh sembilan milyard lebih) untuk 129 program dan 727 kegiatan terdiri  dari :
1.       Bidang Ekonomi 20 program, 61 kegiatan  dengan total dana Rp 9.37600946090(sembilan milyard tigaratus tujuh puluh enam juta lebih )
2.       Bidang Sosial Budaya 60 Program dan 425 kegiatan prioritas dengan dana seratus tiga puluh sembilan  milyard lima ratus juta lebih(RP 1.39000500.000)
3.       Bidang Infrasturtur 12 Program ,160 kegiatan prioritas dengan total dana seratus tigapuluh lima milyard tiga ratus empat puluh juta lebih (Rp 1.3534.000.000)
4.       Bidang Aparatur dan Pemerintahan  37 program dan 135 kegiatan pioritas total dana seratus tiga puluh empat milyard delapan ratus lebih(Rp.134.0800.000.000)
Pembukaan musrengbang yang membahsa masalah pemabngunan di Kab. Lingga ini juga dihadiri Oleh Dewan Provinsi, Ketua DPRD Lingga Beserta anggota, Kepala Bapeda Provinsi Kepri, intansi Vertikal dan SKPD Kab. Lingga serta peserta Musrimbang yang berasal dari Dinas-Dinas dan para camat, Lurah serta Kepala Desa se Kabupaten Lingga (KL – 01 )

KETELADANAN RASULULLAH SAW

Hari ini tepat tanggal 12 Rabiul Awwal 1430 H. Anda sudah tahu tanggal apakah itu, bukan? Yupp, betul. Maulid Nabi alias Hari Kelahiran Rasulullah Saw. Yang unik adalah tahun ini peringatan Maulid Nabi saw tepat diperingati hari Senin, sama seperti hari kelahiran beliau. Hari Senin, 12 Rabiul Awwal. Klop kan?

Sekali lagi, momen memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw banyak digelar kaum muslimin hampir diseluruh pelosok negeri. Banyak dari mereka memperingati dengan berbagai cara, misalnya dengan pembacaan Maulidul Barzanji yang berisi kisah perihidup Nabi Muhammad Saw mulai dari kelahiran sampai wafat yang biasa dilanjutkan dengan puji-pujian shalawat kepada Beliau. Ada juga yang menghadirkan seorang muballigh yang berceramah tentang kehidupan Nabi Saw. Pendeknya, semuanya bertujuan untuk mengingatkan kembali sosok Nabi Muhammad Saw, melihat bagaimana kehidupannya sehari hari baik dalam hubungannya sebagai Nabi/Rasul atau sebagai pribadi muslim lainnya yang wajib kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Syaikh Ja’far Al Barzanji pernah pernah menggambarkan bahwa Rasulullah sebagai manusia yang paling sempurna kejadian dan akhlaknya serta memiliki sikap dan sifat yang sangat luhur. Nabi Muhammad digambarkan memiliki tinggi sedang, kulitnya putih kemerah-merahan, dua belah matanya lebar –seolah-olah bercelak, lebat bulu matanya, dua keningnya melengkung dan lembut rambutnya. Berbagai ayat Qur’an dan hadist mengungkap begitu banyak keistimewaan yang ada dalam diri Rasulullah Saw, diantaranya:
  • Nabi Muhammada adalah manusia pertama yang diciptakan Allah Swt yaitu ketika Nabi Adam masih dalam keadaan antara ruh dan jasad (HR. Turmudzi)
  • Allah telah menetapkan bahwa semua Nabi/Rasul sebelum beliau untuk mengimani dan membela kebenaran Rasulullah Saw (QS. Ali Imran : 81)
  • Silsilah beliau semenjak dari Nabi Adam tidak ada yang melakukan perbuatan tercela (HR. Baihaki)
  • Pada saat beliau berjalan dibawah terik matahari, gumpalan awan ikut memayungi beliau (HR. Abu Nu’aim)
  • Pernah terjadi ketika beliau sedang berjalan dan hendak berteduh di bawah sebuah pohon, pohon tersebut malah bergerak mendatangi beliau (HR. Baihaki)
  • Allah Swt memberi nama beliau Muhammad yang berasal dari kata hamad artinya terpuji. Merupakan akar kata dari salah satu sifat Allah yakni Mahmud artinya Maha Terpuji. Sebelum itu, tidak ada seorang pun yang memiliki nama seperti beliau (HR. Muslim)
  • Beliau sering merasa lapar di malam hari, tetapi keesokan harinya sudah merasa kenyang (HR. Muslim)
  • Di malam hari yang gelap gulita, beliau dapat melihat sesuatu dengan jelas seperti melihat sesuatu di siang hari (HR. Al Baihaqy)
  • Beliau dapat meliha apa yang ada dibelakang punggungnya dengan jelas seperti melihat dari arah depan (HR. Muslim)
  • Ludah beliau dapat membuat air asin menjadi air tawar (HR. Bukhari)
  • Suara beliau dapat didengar oleh orang yang berada di tempat jauh sekalipun (HR. Bukhari)
  • Beliau sama sekali tidak pernah menguap selama hidupnya (HR. Abu Syaibah dll)
  • Selama hidupnya, beliau tidak pernah ihtilam (mimpi syahwat). Hal ini pun berlaku bagi Nabi/Rasul lainnya (HR. Tabrani)
  • Beliau tidur hanya dengan mata, sedangkan hatinya tetap sadar (HR. Bukhari)
  • Keringat beliau tidak bau sama sekali (HR. Abu Nua’im dll)
  • Beliau tidak hanya diutus bagi umat manusia saja, tetapi juga bagi seluruh makhluk dan alam semesta (QS. Al Anbiyaa : 107)
  • Setiap nabi diutus oleh Allah dengan wajah dan suara yang baik. Dan Nabi Muhammad adalah nabi yang memiliki wajah dan suara yang terbaik (HR. Turmudzi)
  • Pusara beliau dijaga oleh malaikat yang mempunyai tugas menyampaikan kepada beliau, shalawat dan salam yang diucapkan oleh ummatnya. Malaikat tersebut mempunyai kemampuan untuk mendengarkan suara seluruh hamba Allah yang mengucapkan shalawat dan salam kepada beliau (HR. Al Hakim & HR. Ashbahany)
  • Dan masih banyak keistimewaan beliau, sebagai makhluk Allah yang terpuji.
cl0123Berbicara tentang masalah keteladanan, Rasulullah memang sangat pantas menjadi sosok idola yang bisa diteladani oleh setiap manusia dimanaoun berada, apa pun profesinya. Inilah kelebihan Rasulullah Saw karena Allah sendiri dengan jelas menyatakan dalam firman-Nya bahwa terdapat suri tauladan yang baik dalm diri Rasululla Saw. Siapa pun ada, jika ingin sukses dunia akhirat, contohlah Rasulullah, karena Rasulullah adalah diibaratkan sebagai Al Qur’an Hidup. Panduan Muslim memang Al Qur’an yang merupakan firman Allah, namun contoh penerapan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat dari kepribadian Rasulullah Saw. Subhanallah. Muncul sebuah pertanyaan, apakah semua kepribadian Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari wajib kita teladani?
Mungkin sebagian dari anda menjawab iya, namun sebagian lainnya menjawab tidak. KH. Quraisy Syihab dalam sebuah ceramahnya menjelaskan tentang hal ini. Ternyata tidak semua kepribadian Rasulullah Saw wajib kita teladani. Ada hal-hal tertentu yang bahkan tidak wajib kita teladani karena statusnya sebagai seorang Rasul, sedangkan kita hanyalah manusia biasa. Dalam hal ini, Rasulullah memiliki 5 macam kedudukan atau status yang harus diperhatikan oleh tiap muslim.
  1. Sebagai seorang Rasul Allah Artinya beliau menjadi utusan Allah yang menyampaikan risalah-Nya untuk seluruh ummat manusia. Dalma kedudukannya sebagai Rasul, kita wajib 100 % mengikuti beliau, meskipun seringkali kita tidak mengerti hikmah dibalik ajaran-Nya.
  2. Sebagai Mufti atau Pemberi Fatwa Dalam posisi beliau ini, semua fatwa yang beliau keluarkan itu berlaku untuk semua orang, tidak hanya satu orang atau golongan saja. Contohnya, ketika beliau ditanya tentang bagaimana hukum air laut untuk bersesuci. Maka jawab beliau adalah air laut adalah suci dan mensucikan.
  3. Sebagai Hakim yang memutuskan suatu perkara. Berbeda dengan no. 2, posisi beliau dalam sebagai hakim ini hanya berlaku untuk orang atau golongan yang bersangkutan saja, tidak untuk semua orang. Sebagai contoh, Nabi pernah ditanya tentang amal apa yang paling utama. Pada orang tersebut ia menjawab shalat (karena Nabi tahu orang tersebut jarang shalat). Dilain waktu Nabi ditanya amal apa yang paling utama, beliau menjawab berbakti pada kedua orang tua (karena beliau tahu orang tersebut kurang berbakti pada ibu bapaknya). Sekilas tampak adanya kontradiksi diantara pendapat Nabi tentang satu pertanyaan sama. Tetapi sebenarnya tidak. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Nabi bertindak sebagai hakim yang memutuskan suatu perkara bagi orang yang bersangkutan. Ini tidak berlaku untuk semua orang.
  4. Sebagai Pemimpin Nabi bertindak sebagai seorang ulil amri pemimpin sebuah negeri. Beliau memerintah rakyatnya layaknya seorang pemimpin lain. Dalam posisi ini tidak semua hal harus diteladani, tetapi diambil hikmahnya saja dari semua tindakan yang telah beliau lakukan.
  5. Sebagai Pribadi Muslim Nabi juga seorang manusia biasa (walaupun tidak seperti manusia kebanyakan). Makan segala tingkah lakunya pun menyerupai manusia pada umumnya seperti makan, tidur, nikah dll. Dalam hal ini juga, tidak semua tindakan Nabi harus diteladani seluruhnya. Sebagai contoh, Nabi beristri banyak (sampai 9 orang). Sedangkan Al Qur’an melarang seseorang beristri lebih dari 4 orang. Nah, ini kan tidak boleh diikuti. Hikmahnya ternyata, agar semua perilaku kehidupan sehari-hari beliau banyak diketahui oleh orang lain (dalam hal ini istrinya yang banyak). Nabi itu berambut panjang, kita tidak harus mengikutinya.
Selain itu, dalam ajaran agama seringkali ada hal-hal yang tidak terjangkau nalar. Kita seringkali bertanya mengapa harus melakukan hal ini atau itu. Inilah yang disebut Ibadah Murni yang harus kita teladani 100 persen dari Nabi karena kedudukannya sebagai seorang Rasul. Ada beberapa hal yang dilakukan Nabi, tetapi kita tidak mesti mengikutinya hanya saja kita mengambil hikmah atau nilai (esensi)nya saja, tidak persis sama dengan yang dilakukan Nabi. Bahkan ada pula beberapa tindakan Nabi yang tidak bisa teladani atau ikuti karena kedudukannya berbeda dengan kita yaitu sebagai Rasul pilihan Allah. Yang jelas, marilah sejenak luangkan waktu di hari ini untuk bershalawat kepadanya…

ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD,

WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

PENGALOKASIAN SUMBER DAYA

Dunia dimana Perusahaan beroperasi berubah cepat mengikuti Era Globalisasi. Baik Politik, Sosial, Pendidikan maupun Teknologi. Dengan berubahnya lingkungan tersebut akan memaksa perencanaan tujuan Strategi Manajemen. Hal itu berarti harus mengadakan penyesuaian – penyesuaian terhadap Elemen – elemen dari rencana Bisnis yaitu Misi, Tujuan, Sasaran, dan yang paling penting adalah Strategi. Untuk meningkatkan Efektifitas dan Efesiensi Perusahaan / Organisasi.
Berpikir Strategik sangat diperlukan untuk mengatasi masalah – masalah Strategik yang timbul seiring dengan berkembangnya Perusahaan / Organisasi. Karakteristik dari masalah – masalah Strategik sebagai berikut :
  1. Berorientasi pada masa depan ;
  2. Berhubungan dengan unit Bisnis yang Kompleks ;
  3. Memerlukan perhatian dan Manajemen Puncak ;
  4. Akan mempengaruhi kemakmuran jangka panjang ;
  5. Melibatkan pengolakasian sejumlah besar sumber, sumber daya perusahaan.
Dalam berpikir strategi memecahkan problem perusahaan, Komponen, Strategi Manajemen yang utama yaitu perencanaan tujuan. Banyak perusahaan / organisasi menghadapi konflik / masalah dalam usaha pencapaian tujuan. Misalnya pengeluaran untuk meningkatkan pelayanan akan mengakibatkan penerimaan berkurang serta meningkatkan biaya. Perencanaan strategi dapat meminimalkan konflik tersebut dengan cara melakukan prioritas terhadap tujuan yang akan dicapai terlebih dahulu.
Manusia tidak dapat mengerjakan sesuatu secra “umum” tetapi harus Spesifik tujuan yang masih bersifat luas perlu untuk diterjemahkan menjadi ukuran – ukuran kinerja pada suatu unit. Grup Tim dan Individu dalam sebuah organisasi. Tujuan yang jelas dan spesifik akan memberikan dasar untuk mengelola organisasi. Manusia dan kinerja dalam suatu Bisnis.
BAB II
MANAJEMEN STRATEGI
Manajemen merupakan suatu proses yang terdiri dari tindakan – tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran – sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber – sumber lainnya ( G. R. TERRY )
Atau Ilmu dan Seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif da efisien. Untuk mencapai tujuan tertentu  ( MALAYU HASIBUAN ).
Strategi merupakan penentuan cara yang harus dilakukan agar memungkinkan memperoleh hasil yang optimal, efektif dan dalam jangka waktu relatif singkat dan tepat menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan ( Dosen Abdul Rosid, SE, MM. ).
  1. 1. Manajemen Strategi Adalah :
1.1.  Usaha Manajerial menumbuhkan kekuatan perusahaan untuk mengeksploitasi peluang bisnis yang muncul guna mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan, sesuai misi yang telah ditentukan ;
1.2.  Sejumlah keputusan dan tindakan yang mengarah pada penyusunan suatu strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan ;
1.3.  Serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan di Implementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi ( Dosen Abdul Rosid, SE, MM. ).
Manajemen Strategi merupakan proses penyusunan Visi, Misi, dan tujuan strategis beserta target – target kinerja strategi yang dituangkan dalam rencana strategis, pemformulasian strategi pencapaian tujuan strategis dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal, pelaksanaan rencana strategi yang telah dipilih, dan pengevaluasian terhadap pencapaian kinerja strategi yang hasilnya digunakan sebagai bahan koreksi terhadap strategi pelaksanaan ( Dr. Iman Wijaya Tunggal ).
  1. 2. Fungsi Manajemen Strategik
Konsep – konsep Strategi selalu saja memperoleh perhatian serius didalam sebuah organisasi. Dalam sebuah organisasi terlibat lebih dari satu elemen pembentuk keadaan Internal dan juga berbagai penampilan organisasi sejenis lainnya sebagai competitor. Disini, dalam ringkasan ini adalah hendak dikemukakan fungsi manajemen strategi. Bila Decision Making dan Planning merupakan fungsi dari manajemen, maka begitu jualah peranan pengambilan keputusan strategi dan perencanaan strategi kepada manajemen strategi. Pertama, manajemen strategi bertugas membuat keputusan strategi yang menggolkan ketetapan tujuan dan sasaran. Kemudian manajemen strategi pun menetapkan apa yang sebaiknya dilakukan untuk masa mendatang. Dan lantas menentukan siapa – siapa yang melukannya serta bagaimana tindakannnya. Setela itu manajemen strategi meninjau, menggerakan aktifitas operasional total pihak – pihak yang bertanggung jawab, yang terlibat dalam pencapaian tujuan dan sasaran. Singkatnya manajemen strategi berfungsi membuat keputusan strategi, menyusun Planning strategi, serta berfungsi juga untuk peninjauan atau evaluasi strategi.
  1. 3. Tujuan ( Goal )
If you don’t have competitive advantage
Don’t compete
- Jack Welch. GE -
Dalam menjalankan misinya peruasahaan akan menentukan tujuan – tujuan yang harus dicapai dalam rangka menetapkan standar yang harus dipenuhi sebagai tolak ukur keberhasilan sebuah misi. Tujuan merupakan suatu peryataan kualitatif mengenai keadaan / hasil yang ingin dicapai dimasa akan datang ( Agustinus Sri Wahyudi, SE, MBA ).
Tujuan yang akan dicapai oleh strategi manajemen adalah peningkatan efektifitas dan efesiensi serta kehebatan suatu organisasi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, peluang baru, posisi dalam persaingan dan operasional didalamnya.
Tujuan manajemen strategi merupakan suatu sasaran manajerial yang diinginkan yang melukiskan skop yang jelas, serta memberikan arah pada usaha – usaha seorang manajer ( Dosen Abdul Rosid, SE, MM. ).
Dalam menentukan tujuan – tujuannya perusahaan / organisasi sebaiknya mempertimbangkan salah satu tujuan sebagai berikut :
  1. Pendapatan ( Revenue ) ;
  2. Pangsa Pasar ( Market Share ) ;
  3. Biaya terendah ( Lowest Cost ) ;
  4. Pelayanan terhadap pelangan ( Service ) ;
  5. Keuntungan ( Profit ) ;
  6. Inovasi yang tinggi ( Innovation ) ;
  7. Tanggung jawab sosial dan masyarakat ( Public / Social Responsibility ) ;
  8. Efisiensi ( Efficiency )
  1. 4. Perusahaan
Perusahaan didirikan dengan tujuan pokok :
  1. Memperoleh laba ;
  2. Meningkatkan harga saham ;
  3. Meninggikan volume penjualan ;
  4. Mempertahankan keberlangsungan hidup.
Banyak perusahaan / organisasi menghadapi konflik dalam usaha mencapai tujuan, misalnya pengeluaran untuk meningkatkan pelayanan akan mengakibatkan penerimaan berkurang serta meningkatkan biaya. Perencanaan strategi dapat meminimalkan konflik dengan cara melakukan prioritas terhadap tujuan yang akan dicapai terlebih dahulu, dengan memperhatikan faktor pokok untuk mencapai tujuan perusahaan antara lain :
  1. Faktor Eksternal
Yaitu lingkungan bisnis yang melingkupi operasi perusahaan yang dari padanya muncul peluang ( Opportunities ) dan ancaman ( threats ) bisnis ;
Faktor ini terdiri dari :
-         Industri Enviroment ;
-         Macro Enviroment terdiri dari :
-         Lingkungan Ekonomi ;
-         Lingkungan teknologi ;
-         Lingkungan Politik ;
-         Lingkungan Demografi ;
-         Lingkungan Sosial Budaya.
  1. Faktor Internal
Yaitu lingkungan yang dapat mengidentifikasikan kekuatan ( Srengths ) dan kelemahan ( Weaknesses ) yang dimiliki.
Faktor ini terdiri dari :
-         Manajemen fungsional ;
-         Manajemen pemasaran ;
-         Manajemen operasio ;
-         Manajemen keuangan ;
-         MSDM ;
-         Penelitian dan pengembangan ;
-         SIM ;
-         Budaya perusahaan.
Seorang ahli pembuat strategi “George A. Steiner” memberikan beberapa Prinsip yang harus dipertimbangkan dalam proses penentuan tujuan perusahaan / organisasi.
Prinsip – prinsip tersebut adalah :
  1. Sesuai ( Suitable ) ;
  2. Layak / dapat dicapai ( feasible / Achleveable ) ;
  1. Lentur ( Fleksible ) ;
  2. Memotivasi ( Motivating ) ;
  3. Dapat dimengerti ( Understandable ) ;
  4. Terkait ( Linkage ) ;
  5. Dapat diukur ( Measurable ).
Dalam menentukan tujuan perusahaan para manajer puncak dapat menggunakan suatu analisa, dari hasil analisa pimpinan akan dengan mudah memilih tujuan – tujuan mana yang sesuai dengan keadaan perusahaan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN, SARAN, DAN PENUTUP
  1. Kesimpulan
Tujuan yang akan dicapai oleh strategi manajemen adalah peningkatan efektifitas dan efisiensi serta kehebatan suatu organisasi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, peluang baru, posisi dalam persaingan dan operasional didalamnya. Strategie Thinkers sangat diperlukan untuk mencapai tujuan yang dimaksud.
Tujuan perusahaan tercapai jika kekuatan > kelemahan sehingga peluang dapat tercapai.
  1. Saran
  1. Makalah Strategi manajemen ini agar di Seminarkan kelompok di depan kelas ;
  2. Makalah Strategi Manajemen ini agar di jadikan bahan acuan untuk mengukur kemampuan dan di jadikan bahan penilaian.
  1. 3. Penutup
Dengan berbagai keterbatasan yang ada kami Kelompok II mengucapkan banyak terima kasih kepada :  Dr. Ikang Sicanka yang telah menugaskan kami untuk membuat makalah yang berjudul “Tujuan Manajemen Strategi” untuk di jadikan bahan acuan bagi kelompok kami, tentunya kami banyak kekurangannya dalam pembuatan makalah manajemen tersebut. Maka dari itu kami mohon bimbingan dan arahannya bila ada kekurangan dalam menjelaskan tujuan Manajemen Strategi tersebut yang tertuang di makalah ini.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons